Minggu, Mei 10, 2015

KOWANI FAIR 2015

KOWANI FAIR 2015,
21-24 Mei 2015.

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) akan menyelenggarakan KOWANI FAIR 2015, pada hari Kamis s.d. Minggu, tanggal 21 s.d. 24 Mei 2015, berlokasi di Gedung SME - Tower UKM Jakarta, mengambil tema: "Memperkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)", dengan mengadakan Pameran Produk Unggulan Dalam Negeri Hasil Karya Perempuan Indonesia.

KOWANI Fair 2015 akan dimeriahkan dengan acara-acara sebagai berikut:
1. Seminar Nasional (bekerja sama dengan Kementerian terkait).
2. Talkshow Perusahaan dan Media.
3. Fashion Show.
4. Aneka Lomba: Tari Tradisional, Busana antar Stand, Dance Couple, Line Dance Group, Vocal Group Daerah, dan Kreativitas Anak.

Untuk Stand yang disiapkan, terdiri atas 2 kategori, yaitu:
1. Stand Pameran, ukuran 2x3 meter, seharga Rp 4.000.000,-
2. Stand Food Court, ukuran 2x2 meter, seharga Rp 2.000.000,-
dengan Fasilitas: Nama Stand, 1 meja tanpa cover, 2 buah kursi, 1 unit lampu XL 75 Watt, karpet, serta listrik 2 Amp.

Adapun Susunan Acara SEMINAR dan LOMBA selama berlangsungnya Kowani Fair 2015 adalah sebagai berikut:

Kamis, 21 Mei 2015
Pukul 13.00-14.00
- Talk Show tentang Daging Sapi Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH). Jumat, 22 Mei 2015
Pukul 10.00-11.00
- Seminar GEMARIKAN dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pukul 11.00-12.00
- Talk Show mengenai Legalitas Tanah.
Pukul 13.00-14.00
- Perlombaan

Sabtu, 23 Mei 2015
Pukul 10.00-11.00
- Seminar Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga: Dr. Ir. Ratna Megawangi Sofyan Djalil, M.Sc.
Pukul 13.00-14.00
-Talk Show tentang Produktivitas Kerja bagi Wanita dalam Menghadapi AFTA dan MEA 2015.

Minggu, 24 Mei 2015
Pukul 10.00-10.30
- Talk Show Bidang Hubungan Luar Negeri.
Pukul 10.30-12.00 Seminar Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi.

------------------------------------

Aneka Lomba yang diadakan selama berlangsungnya Kowani Fair 2015 sebagai berikut:

LOMBA TARI TRADISIONAL
Kamis, 21 Mei 2015, Pukul 14.00
Kriteria Lomba:
1. Busana Nusantara
2. Group beranggotakan minimal 6 orang (pria dan wanita)
3. Usia bebas.
4. CD membawa sendiri.

LOMBA BUSANA ANTAR STAND
Jumat, 22 Mei 2015, Pukul 14.00
Kriteria Lomba:
- Busana dengan produk sendiri.

LOMBA DANCE COUPLE
Sabtu, 23 Mei 2015, Pukul 14.00
Kriteria Lomba:
1. Peserta Lomba adalah wanita dan pria / wanita dan wanita.
2. Usia bebas.
3. CD membawa sendiri.
4. Busana bebas.
5. Irama: Lagu "Corazon Espinado" - by Santana.

LOMBA LINE DANCE GROUP
Sabtu, 23 Mei 2015, Pukul 14.00
Kriteria Lomba:
1. Peserta setiap Group minimal 6 orang khusus wanita (usia bebas).
2. CD membawa sendiri.
3. Busana bebas.
4. Irama: "Imelda's Way" - by Adrian Churm Cuk.

LOMBA VOCAL GROUP DAERAH
Minggu, 24 Mei 2015, Pukul 14.00
Kriteria Lomba:
1. Satu Group terdiri dari minimal 6 orang Vokalis khusus perempuan.
2. Usia bebas.
3. Musik pengiring bebas dimainkan oleh laki-laki/perempuan.
4. Busana Pakaian Daerah modifikasi Produksi Dalam Negeri.
5. Membawakan 1 buah Lagu Daerah pilihan: 1) Yamko Rambe Yamko (Papua)
2) Ramba Dia (Sumatera Utara)
3) Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
4) Warung Pojok (Jawa Barat)
5) Ayo Mama (Ambon)

LOMBA KREATIVITAS ANAK
Diadakan setiap hari (Kamis s.d. Minggu) tgl.21-24 Mei 2015, atau selama berlangsungnya KOWANI FAIR 2015.

Biaya Pendaftaran Rp 100.000,- untuk semua lomba, berhadiah Uang Tunai dan Trophy.

Catatan:
Pendaftaran Peserta Stand
Contact Person:
1. Eva Iriyanthi 0816-994578
2. Mimien  0813-10636767
3. Putri Sari 0812-99197595

Pendaftaran Lomba silakan menghubungi:
Chamsiar A.R., S.E. 0878-80022260

Rabu, Maret 11, 2015

Muhasabah Cinta

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa
Biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah Cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu

Edcoustic - Muhasabah Cinta (Official Music Video): http://youtu.be/gE8OfuiUG5Y

Selasa, Maret 10, 2015

Doa Kaffaratul Majlis


Ini adalah sebuah do'a penting, apalagi bagi Anda yang sering rapat atau meeting.

Yuk setiap meeting kita mulai biasakan membuka meeting dengan memuji Allah dan Sholawat kepada Nabi,
dan kemudian menutup meeting/rapat dengan do'a kaffaratul majlis di bawah ini:

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
SUBHAANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA,
ASH-HADU AL LAA ILAAHA ILLA ANTA,
ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA

"Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku meminta ampun dan bertobat kepada-Mu."
(HR. Para pemilik kitab Sunan, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153.

KHASIAT DO'A INI:

Dari Aisyah Radhiallahu'anha, dia berkata: "Setiap Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam duduk di suatu tempat, setiap membaca Al-Qur’an dan setiap melakukan shalat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat."
Aisyah Radhiallahu'anha berkata: Aku berkata: “Wahai Rasululllah, aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis,
membaca Al-Qur’an atau melakukan shalat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu."
Beliau bersabda:
ﻧَﻌَﻢْ، ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺧَﻴْﺮﺍً ﺧُﺘِﻢَ ﻟَﻪُ ﻃَﺎﺑَﻊٌ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺷَﺮّﺍً ﻛُﻦَّ ﻟَﻪُ
ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓً، ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
"Ya, barang siapa yang berkata baik akan
distempel pada kebaikan itu (pahala bacaan kalimat tersebut), barang siapa yang berkata jelek, maka kalimat tersebut merupakan penghapusnya.
(Kalimat itu adalah: Subhaanaka wa bihamdika laailaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik)."
- HR. An-Nasa'i dalam kitab 'Amalul Yaum wal Lailah, hal. 308. Imam Ahmad 6/77.
Dr. Faruq Hammadah menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Tahqiq 'Amalul Yaum wal Lailah, karya An Nasa'i hal. 273.

Sabtu, Maret 07, 2015

Cinta kepada Allah

Cinta adalah melihat apa yang baik dan indah dalam segala sesuatu.
Mencintai adalah belajar dari segala sesuatu, melihat anugerah Allah dan kemurahan Allah dalam segala sesuatunya.
Mencintai adalah mensyukuri segala rahmat Allah.

Cinta adalah derita istimewa dan membahagiakan.
Barang siapa memilikinya dalam hati, akan mengetahui rahasia.
Mereka akan terbenam dalam samudera Kebenaran.

Cinta membuat kita sanggup menembus gunung.
Cinta membuat kita mencapai tujuan.
Cinta memberikan cita rasa pada Zikir seorang pemuja.
Cinta mengatasi segala masalah, membuka semua pintu yang tertutup.

Di jalan cinta, para pencinta mengorbankan diri demi mendapatkan yang dikasihi.
Segenap orang suci yang mabuk anggur cinta telah mengorbankan diri mereka di jalan cinta.

Orang sering mengingat obyek cintanya.
Orang yang mencintai Allah juga akan mengingat-Nya, di mana saja, kapan saja.
Di dahan rumpun mawar yang dikasihi, bulbul cinta berkicau tiada henti.

Penting bagimu untuk memiliki perasaan cinta dalam hatimu, dalam bentuk dan wujud apa pun.
Penting pula bagimu untuk dicintai.
Lebih mudah mencintai daripada dicintai.
Jika kau mencinta, kau pasti akan mencapai Sang Kekasih Yang Maha Tinggi suatu hari nanti.

- Syeikh Muzaffir

Jumat, Februari 27, 2015

Penyerahan Diri pada Tuhan

Kebahagiaan berasal dari kemurahan Tuhan
Bukan dari kekuatan sang penguasa
Jika langit tidak melimpahkan keberuntungan
Maka tak ada keberanian yang mampu mengambilnya

Semut tidak menderita karena kelemahannya
Harimau tidak makan karena kekuatannya

Karena tangan tidak dapat mencapai langit
Maka terimalah apa yang dibawa keberuntungan

Jika engkau ditakdirkan berusia lanjut
Tak akan ada ular atau pun pedang yang dapat mencelakaimu
Akan tetapi jika hari kematian itu tiba
Maka penangkal racun pun dapat membunuhmu seperti racun

- Syeikh Musliuddin Sa'di Shirazi
("Bustan", Taman Surga)

Kamis, Februari 26, 2015

Dia

- Puisi, milik Sahabat

Dia bukan Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, atau bahkan RA. Kartini
Sekedar ibu rumah tangga: mengurus rumah dan keluarga
Di jaman perang semua dalam keterbatasan
Bersuami seorang senapati serdadu
Gigih bertempur dan menggempur

Rumah menjadi benteng pertahanan
Sebelum tidur anak anak didongengkan keperkasaan bapaknya
Meski yang didapatkan adalah ketegaran ibunya
Dengan lembut setengah berbisik terus dia lantunkan
Cerita kejayaan
Sambil menyeka basah pipinya oleh air mata

Sembilan bulan perut rahim tanpa belaian kasih Bapa
Aku bukan wanita jalang
Dalam hati dia meronta 
Badannya tergetar menahan tangis dan sepi
Begitu sampai keluar anaknya lima
Dalam kepayahan penderitaan dan kesulitan
Tuhan selalu memberikan kemudahan dan kekuatan
Anak-anak disebut dalam setiap do’anya
Dia ikhlas
Perjuangannya pun tidak untuk merdeka

Waktu itu menjelang senja
Sayu-sayup di kejauhan terdengar tapak kaki lelaki
Semakin dekat
Terlihat tersenyum lebar
Rasa bahagia khawatir dan terpana menjadi tanya:
Suamiku?


(Bandung Lautan Api, 2015)

Selasa, Februari 24, 2015

Puisi Religius Terakhir WS Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”….

* Puisi ini ditulis oleh W.S. Rendra menjelang wafatnya (6 Agustus 2009), yang ditulis di atas ranjang Rumah Sakit.

Bedak Talek

- dari seorang Sahabat

Bedak talek yang kau taburkan semerbak
Terbang bersama angin hingga hinggap 
dan bersemayam di awan

Dengan sabar lembut dan menentramkan
Selama 32 tahun hujan mengirimkan segarnya

Kepadaku: "aku masih harum"

Seat Kosong

Seat Kosong
- Puisi, masih dari seorang Sahabat

Dua tiket telah dipesan
Perjalanan kereta yang kau janjikan
Adalah sepanjang rel riwayat hayat
Berguncang gelap dan mendebarkan
Memandang kelam kaca dalam-dalam

Ada Tuhan yang tersaput mata kaca-kaca
Tiada pohon hijau tanaman kembang dan
nyanyi burung di luar sangkar
Hari semakin malam
Sekelebat pelayan menawarkan minuman
teh panas yang menghangatkan
Penumpang pucat dalam kereta dingin
Bersanding kursi yang kosong
menambah sepi

Senja mula berangkat sampai dini  
Seat kosong diam memperhatikan
Bersanding sejuk tenang di sampingmu
Pulang untuk menyiapkan pergi
Sebelum kereta berhenti
Izinkan aku menempati seat kosong
di hatimu

(Jembatan Cipada, 2015)

Minggu, Februari 22, 2015

Kenanglah Kebaikan Orang-orang dalam Hidup Kita

Banyak orang keluar dan masuk dalam hidup kita.
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras.
Ada yang telah lama berjalan beriringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya.
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.
Ada datang dan pergi begitu saja seolah tak pernah ada.

Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan manik-manik pembentuk mozaik catatan sejarah.
Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai.
Atau kita salah melihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.

Ambillah waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup kita.
Kenanglah seluruh kebaikan mereka serta kebaikan yang mungkin tersembunyi di balik tabir kekecewaan.
Mereka adalah orang tua, guru, sanak saudara, kerabat, teman, serta sahabat.
Juga tiada salahnya mengenang mereka yang pernah kita anggap sebagai musuh atau pengkhianat.
Atau yang tak pernah kita tahu nama dan wajahnya.

Bagaimanapun mereka telah turut memahat pribadi kita, menyapukan tinta pada lukisan hidup kita, menyiangi tanaman jiwa kita.

Kenanglah dalam genangan cinta tak bertepi.
Pandanglah dalam cakrawala cinta tak bersyarat.
Hanya dalam tatapan cinta lah kita bisa memandang indahnya kehidupan ini, karena segalanya adalah karunia Tuhan Maha Kuasa.
Karena tiada secuil pun hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayang lah jawabannya.

4 HAL SEBELUM TIDUR

EMPAT HAL SEBELUM TIDUR

Rasulullah SAW berpesan kepada Siti Aisyah RA.

“Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam Al-Quran
2. Sebelum menjadikan para Nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para Muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan Haji dan Umrah“

Bertanya Siti Aisyah:
“Ya Rasulullah! Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?“

Rasul tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat Al–Ikhlas tiga kali seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran"

Bismillaahirrohmaanirrohiim,
‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakullahuu kufuwan ahad’ (3x)

2. "Membacalah shalawat untukku dan untuk para Nabi sebelum aku maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat“

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad (3x)

3. “Ber-istighfar-lah untuk para Mukminin maka mereka akan meridhai engkau"

Astaghfirullaahal 'adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. "Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir, maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah Haji dan Umrah"

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Allaahu akbar (3x)

(Tafsir Haqqi)

Subhanallah, semoga kita semua dijauhkan dari kesusahan, keterpurukan, dan keputusasaan. Aamiin.