Tampilkan postingan dengan label Pilgub Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilgub Lampung. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 23, 2014

Mendemokratiskan Demokrasi

Forwarded dari teman, 22-2-2014 :

Mendemokratiskan Demokrasi!!!

Demokrasi itu nyata, dia bukan di ruang hampa. Demokrasi tidak diam, dia harus digerakkan agar menjadi lebih demokratis. Menjadi tugas sejarah bagi kita untuk mendemokratiskan demokrasi!

Adakah tokoh yg berupaya mendemokratiskan demokrasi? Hari ini ditemukan jawabannya! Apa yg dilakukan Amalsyah dgn menarik berkas pendaftaran Cagub menjadi pelajaran berharga bagi kita. Cukup! Sudah cukup Amalsyah dipermainkan oleh KPU!
Kemarin KPU berulah lagi dgn mempermainkan 4 pasangan Cagub dan Cawagub!

Amalsyah benar! Langkah politiknya jika diikuti oleh pasangan lain maka selesai sudah permainan KPU! Tapi apakah ada Cagub lain yg berani berkorban seperti Amalsyah?
Jika masih berfikir untung rugi dan belum seberani Amalsyah harus kita maklumi, karena Tuhan tidak melahirkan sosok pemimpin secara massal.

Jangan berkecil hati dgn pasangan Cagub yg tetap memasang badan utk terus dipermainkan KPU. Saling mendoakan adalah jalan keluar terbaik, semoga 4 pasang Cagub lainnya bisa mengikuti jejak Amalsyah.
Damai itu Indah.

Novelia Yulistin
085368681001

Kamis, Februari 13, 2014

KPU Tunggu Surat Konstituen Cagub Mundur

Home › Nasional › Daerah

KPU Tunggu Surat Konstituen Cagub Mundur

29 Januari 2014 03:31 WIB

Pemilukada Kota Bekasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pengunduran diri satu pasangan bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub), belum sepenuhnya diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung. Lembaga ini masih menunggu surat dukungan konstituen pasangan independen dalam pilgub Lampung.

Komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih, Selasa (28/1), mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat pleno terkait pengunduran di pasangan Amalsyah Tarmizi-Gunadi Ibrahim pada pilgub yang akan digelar 27 Februari mendatang. "Kami masih tunggu surat dukungan konstituennya," katanya.

Amalsyah/Gunadi mencalonkan diri pada pilgub yang sudah gagal dua kali ini pada tahun lalu, lewat jalur perseorangan. Pasangan ini, beberapa waktu lalu sudah menarik mundur pendaftaran di KPU, karena tidak ada kepastian pelaksanaan pilgub, yang sudah gagal dua kali.

Menurut Handi, KPU belum menyetujui permohonan pengunduran pasangan bacagub/ bacawagub tersebut, karena mereka mendaftar atas dukungan konstituen mereka di 14 kabupaten/ kota.

KPU masih menunggu surat dukungan konstituennya terkait pengunduran diri tersebut, hingga pelaksanaan waktu tes kesehatan kandidat.

Menurut aturan KPU Lampung, jika belum diterima, pasangan ini tetap diundang ikut tes kesehatan tahapan pilgub seperti empat pasangan lainnya yang dari partai politik. Saat mereka tidak datang pada tes kesehatan, pasangan ini baru dicoret untuk ikut tahapan pilgub selanjutnya.

Djibril Muhammad
Mursalin Yasland

© Republika Online.
All Right Reserved


http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/01/29/n04l9a-kpu-tunggu-surat-konstituen-cagub-mundur

Cagub/Cawagub Lampung Merasa Dibohongi KPU

Home › Nasional › Politik

Cagub/Cawagub Lampung Merasa Dibohongi KPU

24 Januari 2014 17:27 WIB

Pasangan cagub independen Pemilukada Lampung, Amalsyah (kiri) dan Gunadi

REPUBLIKA.CO.ID,
BANDAR LAMPUNG -– Salah satu pasangan calon gubernur (cagub)/calon wakil gubernur (cawagub) menyatakan merasa dibohongi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, terkait batalnya pemilihan gubernur (pilgub) sampai tiga kali.

Mereka menilai pelaksanaan pilgub oleh KPU tidak jelas dan tidak kredibel. “Kami sebagai calon merasa dibohongi KPU. Karena KPU tidak memiliki ketegasan dan tidak kredibel dalam menyelenggarakan pilgub,” kata Amalsyah Tarmizi, cagub Lampung, di Bandar Lampung, Jumat (24/1), seusai melaporkan ke Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, di Pemprov Lampung.
 
Setelah mendengar jawaban KPU Lampung, terkait batalnya pilgub sampai tiga kali, pasangan cagub/cawagub Amalsyah Tarmizi/Gunadi Ibrahim, menarik berkas pendaftaran calon pada pilgub 2014-2019.  “Kami minta penjelasan tapi tidak ada kejelasan dan ketegasan KPU dalam menyelenggarakan pilgub ini,” katanya.
 
Amalsyah menarik diri dari pencalonan pada pilgub jilid III pada 27 Februari 2014, karena KPU dinilai sudah tidak konsisten dan kredibel. Menurut dia, pelaksanaan pilgub ini, bila diteruskan akan berdampak sosial yang ujungnya akan merusak tatanan pemilihan anggota legislatif (pileg) pada 9 April 2014.
 
 
Joko Sadewo
Mursalin Yasland

© Republika Online.
All Right Reserved


http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/01/24/mzwiej-cagubcawagub-lampung-merasa-dibohongi-kpu

Pilgub Tak Jelas Cagub Lampung Ancam Mundur

Home › Nasional › Daerah

Pilgub Tak Jelas, Cagub Lampung Ancam Mundur

23 Januari 2014 09:22 WIB

Pilkada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Tidak adanya kepastian jadwal pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) periode 2014-2019, membuat satu dari lima pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) mengancam mundur. Pasangan cagub/cawagub, Amalsyah Tarmizi/Gunadi Ibrahim mendatangi KPU Lampung mempertanyakan kejelasan pilgub.
 
Pilgub Lampung telah mundur hingga tiga kali karena tidak ada anggarannya dalam APBD. Pertama, akan digelar pada 2 Oktober 2013, kemudian mundur 2 Desember 2013, dan terakhir mundur lagi pada 27 Februari 2014. 

“Hingga sekarang tidak ada kepastian kapan pilgub digelar," kata Amalsyah, Kamis (23/1).
 
Menurut dia, pelaksanaan pilgub hingga tiga jilid juga belum jelas kepastiannya. Untuk itu, pasangan cagub/cawagub lewat jalur independen ini, akan mempertimbangkan mundur sebagai kandidat. Bersama pasangannya Gunadi Ibrahim, mantan Komandan Korem 044 Garuda Hitam ini, mendatangi kantor KPU meminta kepastian pilgub.
 
Amalsyah menyatakan pasangannya memberikan tiga opsi kepada KPU. Salah satu poin opsinya, akan menarik diri dari pencalonan pilgub. Namun, ia masih menunggu penjelasan dari KPU soal pilgub yang tidak jelas ini.
 
Sedangkan empat pasangan cagub/cawagub Lampung lainnya, belum ada reaksi terkait mundurnya pilgub hingga tiga kali. Mereka adalah Herman HN/Zainuddin Hasan, Alzier Dianis Thabrani/Lukman Hakim, M Ridho Ficardo/Bachtiar Basrie, Berlian Tihang/Mukhlis Basri. 
 
Hingga Kamis (23/1) ini, tahapan tes kesehatan cagub/cawagub belum juga terlaksana. Padahal, tes kesehatan diagendakan pada 27 Desember 2013 hingga 13 Januari. Setelah itu, baru penetapan cagub/cawagub, dan pada 27 Februari 2014 hari pemungutan suara. 

Hazliansyah
Mursalin Yasland

© Republika Online.
All Right Reserved

http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/01/23/mzu1ab-pilgub-tak-jelas-cagub-lampung-ancam-mundur

Satu Calon Gubernur Lampung Pertimbangkan Mundur

Home » Regional » Sumatera

Pemilihan Gubernur Lampung

Satu Calon Gubernur Lampung Pertimbangkan Mundur

Kamis, 23 Januari 2014 12:07 WIB

TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO

Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Amalsyah Tarmizi (tengah) yang kini menjadi salah satu Calon Gubernur Lampung. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Beny Yulianto

TRIBUNNEWWS.COM, LAMPUNG - Satu Calon Gubernur Lampung, Amalsyah Tarmizi, mempertimbangkan untuk menarik diri dari kepesertaannya dari pemilihan gubernur (pilgub).

Itu kalau Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, tak kunjung memberi kepastian pelaksanaan pilgub.

"Hari ini, saya akan ke KPU bersama Pak Gunadi Ibrahim (bakal calon wakil gubernur) dan tim. Saya ingin menanyakan kepastian pilgub, karena sekarang semakin simpang siur. Informasinya, untuk 27 Februari tidak bisa. Jadi kapan?" ujar Amalsyah, Kamis (23/1/2014).

Cagub dari jalur independen ini, mengaku kebingungan setelah kali ketiga jadwal pilgub gagal terpenuhi.

"Kalau sudah kali ketiga gagal, malulah. Ini ada yang bilang mau pilgub jilid empat. Ada juga yang bilang pilgub jilid lima bareng pileg (Pemilihan Legislatif 9 April), jilid enam bareng pilpres (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli). Jadi simpang siur informasinya," tuturnya.

Dengan kedatangan langsung ke KPU pada hari ini, Amalsyah berharap memperoleh kejelasan mengenai jadwal pilgub.

Mantan Komandan Komando Resor Militer 043 Garuda Hitam Lampung ini, memiliki setidaknya tiga pilihan langkah pasca kunjungan ke KPU. Salah satunya adalah menarik diri dari pencalonan.

"Pertama, ikut terus. Kedua, bagaimana kalau jadwal pilgub mundur lagi, tapi tetap dengan (bakal) calon yang ada sekarang. Atau nanti (bakal) calon kocok ulang. Daripada nanti saya digugurin, mending tarik dulu. Saya kan tentara, tidak mau digugurin. Tapi apa langkahnya, lihat hasil pertemuan hari ini," terangnya.

Kalau sudah mendengar keterangan dari komisioner KPU, Amalsyah akan memutuskan langkah selanjutnya terkait pencalonan dalam Pilgub Lampung. "Mereka nanti kan punya beberapa pandangan, baru nanti saya ambil kesimpulan," katanya.

Editor: Reza Gunadha
Sumber: Tribun Lampung

© 2014 TRIBUNnews.com
All Right Reserved

http://m.tribunnews.com/regional/2014/01/23/satu-calon-gubernur-lampung-pertimbangkan-mundur

Kamis, Januari 16, 2014

Jujurlah, Itu Lebih Baik

Jujurlah, itu Lebih Baik 

Rabu, 8 Januari 2014 | 02:46 WIB

www.hariansenator.com | Mobile Edition

BANDARLAMPUNG - Calon Gubernur dari jalur independen Kol. CZI. Amalsyah Tarmizi S.IP, kembali menegaskan kepada pemangku kebijakan terutama komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung untuk lebih jujur kepada masyarakat, terhadap isu yang beredar, bahwa agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) akan gagal dilangsungkan 27 Februari mendatang.   

Amalsyah mengatakan, meski pahit, KPU harus memaparkan secara gamblang, tidak menjadi tumbal di kemudian hari. ’’Apakah benar hajat demokrasi ini benar-benar akan terlaksana pada 27 Februari. Saya ragu,” papar Amalsyah kepada Senator Lampung tadi malam (7/1). Dengan sikap jujur, sambung dia, tidak lagi membuat cemas publik, khususnya para kandidat baik bakal calon gunernur maupun bakal calon wakil gubernur. ’’Sudah banyak yang telah dikorbankan, baik tenaga, pemikiran, waktu apalagi materi. Ya, sikap jujur penting. Berani jujur hebat,” kata Amalsyah lewat sambungan telepon.

Nah, di tengah carut-marutnya demokratisasi di Sai Bumi Ruwa Jurai, mantan Danrem 043/Garuda Hitam itu, berharap Pemprov Lampung khususnya DPRD juga bersikap terbuka. ’’Kalau pun hanya bisa dilaksanakan pada 2015, saya legawa. Ya, saya legawa. Apa saya dan tim akan menuntut, tentu tidak. Kami selalu berupaya berfikir jernih, ini untuk mendukung terciptanya iklim demokrasi yang baik di Lampung,” papar pria kelahiran Jakarta 10 Juni 1962 itu.

Amalsyah pun memberikan beberapa gambaran, betapa sulitnya Pilgub dapat dilangsungkan pada tahun ini. Salah satu ganjalannya adalah Surat Edaran Mendagri No. 27O/2305/SJ tanggal 6 Mei 2013 tentang Pelaksanaan Pilkada. Mendagri Gamawan Fauzi, kata Amalsyah, telah menegaskan upaya percepatan pelaksanaan 43 Pilkada se-Indonesia, dua Provinsi Lampung dan Jawa Timur, termasuk 32 Kabupaten dan Sembilan kota. ’’Dalam surat itu ditegaskan Pilkada tidak boleh dilaksanakan tahun 2014 sebelum dan sesudah Pileg dan Pilpres. Pertanyaannya, apakah surat itu akan dicabut kembali,” paparnya. Bahwa ternyata Lampung tidak dapat melaksanakan Pilgub di tahun 2013, KPU Lampung akan laksanakan 2014. ’’Sahkah secara hukum? Ya, siapa pun pemenangnya akan menjadi cacat hukum. Ini saya dapat dari beberapa pengamat maupun pakar hukum. Kalau memang maunya Pilgub dilaksanakan Tahun 2015, sekali lagi tidak masalah bagi saya. Saya akan tetap maju di jalur independen,” bebernya.

Di sisi lain, dirinya berpendapat tidak mungkin Pilgub dilaksanaan pada tahun ini karena sinyal itu sudah terlihat. ’’Sampai hari ini tidak ada kabar, menyangkut tiga tahapan. Dari pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan 28 Desember-13 Januari 2014 belum juga ada realisasi. Belum lagi penetapan calon 6-13 Januari 2014 (tahapan selengkapnya lihat grafis). Lalu mau kapan lagi, saya terus memonitor ini,” timpalnya. 

Pada bagian lain, Amalsyah mengaku, timnya baik di Gerindra maupun Roemah Rakjat (RR) terus bergerak meski intensitasnya lebih berkurang dibandingkan sebelumnya. ’’Tentu ini akibat ketidakpastian yang kami terima,” imbuhnya.   

Meski demikian, kritik menyangkut dirinya terus saja berhembus padahal pihaknya berupaya untuk tidak larut terhadap isu-isu yang digulirkan. ’’Yang katanya saya masih aktif, yang katanya saya masih punya jabatan. Itu semua nggak benar. Saya sudah mundur dari posisi apapun. Tapi status saya tetap sebagai TNI. Lalu bagaimana dengan pejabat lainnya, baik calon yang dari PNS atau bukan. Coba anda kritik juga mereka yang memiliki kartu keanggotaan partai, padahal statusnya PNS. Ini kan nggak benar,” timpal mantan Aslog Kasdam II/Sriwijaya itu.    

Dirinya menyadari dalam proses pengajuan pencalonan, dibatasi dengan UU maupun peraturan KPU No.9/2012. Dalam  Pasal 25 sudah disebutkan calon kepala daerah dan wakil Kepala daerah tidak dalam status sebagai penjabat kepala daerah. ’’Dan dalam ayat 3 sudah dijelaskan pula sebelum mengajukan pengunduran sebagaimana dimaksud pada ayat dua yang bersangkutan mengajukan permohonan berhenti sebagai penjabat kepala daerah kepada pejabat yang berwenang sebelum masa pendaftaran pasangan calon. Untuk PNS atau TNI secara aturan bisa cuti, atau berhenti ya harus diikuti. Bukan sebaliknya, menentang aturan,” bebernya. (ful) 


Laporan/Editor: M. Syaiful Amri


http://hariansenator.com/v1/pilgub/587-kegelisahan-di-tengah-ketidakpastian-agenda-pilgub

Sabtu, Januari 04, 2014

Dari SaHaBAT utk Amalsyah Tarmizi

Dari SaHaBAT untuk Amalsyah Tarmizi
- oleh : Rosim Nyerupa AR

Jangan pernah menyerah di tatanan "damai itu indah". Tetap semangat, Kanjeng... saya yakin Allah selalu bersama kita di setiap langkah baik kita.

Kami akan terus berusaha memperjuangkan tujuan dan niat baik kita untuk Lampung, walaupun banyak rintangan yang hampir menyertai di setiap langkah kita; perjalanan yang begitu panjang yang sering diremehkan orang yang tidak sejalan dengan kita.

Semangat, Kanjeng Amalsyah. Tetaplah tersenyum, karena senyumanmu adalah pupuk semangat kami ketika kami merasa lelah di tengah teriknya mentari yg menyinari sandiwara dunia ini.

Sebuah bilahan bambu yang jadi senjata kita. Sebuah pedang yang tajam terbuat dari bambu-bambu harapan masyarakat Lampung untuk kita melawan rintangan rintangan yang ada.

Semangat, Kanjeng Amalsyah.
Biarkanlah mereka mau seperti apa, kita lanjutkan perjuangan pahit kita demi sebuah Provinsi yang miskin ini.
Demimu, Kanjeng amalsyah, karena Lampung membutuhkanmu.

Ketika suasana lawan agak kuat, jangan jadikan penyakit perjuangan kita. Allah tahu siapa yg sebenarnya mempunyai tujuan yang tulus dan ikhlas... Kami berharap Tuhan memberikan jalan terbaik untuk kita, berharap Tuhan membuka hati masyarakat Lampung agar tidak terbuai dan tertipu daya oleh sandiwara mereka.
Dan berharap Tuhan memberikan secercah harapan untuk kita mengarungi Bumi Lampung Sai ini.

"Ya Allah.. Semua ini pada akhirnya Engkau yang memutuskan. Izinkan kami,dengarkan kami, dan bimbinglah kami."

Untuk para SaHaBAT, tetap semangat berjuang. Asah tajam-tajam bambu runcing kita agar langkah perjuangan kita semakin menajam dan mampu mengalahkan lawan yang memakai senjata api, lawan yang memakai senjata bom, atau lainnya.
Saya yakin jika frekuensi kita selalu senada, pasti kita akan mampu mengeluarkan mentari yang hangat untuk masyarakat Lampung.

Garis perjuangan kita masih panjang. Sebuah pesta yg tidak jelas dengan sengaja dipermainkan oleh pihak yg punya kepentingan. Mari kita dorong, walaupun itu batu yang menghadang niat tulus kita. Yakin Allah selalu bersama kita, menemani di setiap langkah kita.

Akhirnya dengan setetes air mata harapan yg diharapkan masyarakat Lampung dapat memberikan kedamaian di Bumi Ruwa Jurai ini, semangat.

Salam "damai itu indah" dari kami pemilih cerdas AMAL berGUNA.

DAMAI ITU INDAH

http://rosimoke.blogspot.com/2014/01/dari-sahabat-untuk-amalsyah-tarmizi.html?m=1

Senin, Desember 23, 2013

Kampanyekan Gerakan Pemilih Cerdas

Redaksi | Rajabasa News |
Minggu, 05 Januari 2014 | 18:09 WIB

Riffi Amalsyah, Kampanyekan Gerakan Pemilih Cerdas

RBN, Bandar Lampung –
Kania Riffianti Amalsyah, S.Sos. yang akrab dipangil Ibu Riffi, saat ini beliau sedang menyelesaikan S2-nya di Universitas Bandar Lampung. Ibu 3 orang anak ini sangat semangat dan aktif mendampingi sang suami Bapak Amalsyah Tarmizi, yang saat ini merupakan Calon Gubernur Lampung dari Jalur Independent.

Selama terlibat dalam aktivitas Pemilihan Gubernur Lampung beliau bertemu, mendengar, dan berdiskusi tetang problem-problem masyarakat Lampung. Problem pokoknya adalah masyarakat harus memiliki solusi atas problem kemiskinan dan problem rasa aman yang semakin menurun. Sedangkan berbagai solusi yang ditawarkan tokoh lain dan ini seolah menjadi realitas, bahwa kemenangan dalam pemilihan gubernur Lampung ini ditentukan oleh seberapa banyaknya modal dan keberanian untuk melakukan politik sogokan kepada rakyat.

Ibu Riffi justru menemukan masih banyak masyarakat Lampung yang tegas menolak politik sogokan, hingga beliau bersama masyarakat melakukan Gerakan Politik Cerdas dan Menolak Politik Sogokan.
Sikap pragmatis yang sedang menjadi fenomena di tengah masyarakat, bukanlah merupakan kesadaran sejati masyarakat Lampung.
“Saya menemukan fakta bahwa masyarat tidak sebodoh itu, masyarakat masih memiliki hati nurani. Buktinya mereka secara sadar setiap hari dan tanpa henti selalu bekerja keras untuk kehidupannya. Justru elit politiklah yang meracuni sikap bersih masyarakat ini dengan sogokan. Jadi kami menghimbau agar Gerakan yang kami tawarkan ini dapat didukung seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ibu Riffi.

“Gerakan pemilih cerdas dan tolak politik sogokan akan berhasil bilamana melibatkan masyarakat secara luas. Gerakan ini memerlukan partisipasi masyarakat secara aktif, perlu keyakinan bahwa apa yang kita lakukan ini benar. Bahwa Lampung harus dirubah secara bersama-sama, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan memastikan rasa aman yang hadir di tengah masyarakat.
Selamat Hari Ibu dan Damai Itu Indah,” pesan beliau untuk kita semua. (red)

BIODATA

Nama : KANIA RIFFIANTI AMALSYAH, S.Sos.
Nama panggilan : RIFFI
Tempat, tgl lahir : Semarang, 2 September 1969
Agama : Islam

Nama Suami : Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi, S.IP.
Anak-anak :
1. Aji Bima Amriza Amalsyah (22 Tahun), Semester 9 Teknik Arsitektur ITB, Bandung.
2. Arvin Ditto Amriza Amalsyah (19 Tahun), Semester 3 Teknik Elektro ITERA, Bandung.
3. Amalia Shafa Amriza Amalsyah (13 Tahun), Kelas 8 SMP 2 Bandar Lampung.

Riwayat Pendidikan :
S-1 Jurusan Ilmu Ilmu Komunikasi (Fikom) Univ. Padjadjaran (Unpad) Bandung 1994.
Saat ini kuliah di Magister Manajemen Univ. Bandar Lampung (UBL).

TopCopyright © 2013 RBNC Mobile | Manage by : Webkito.net

http://www.rajabasanews.com/20131222/riffi-amalsyah-kampanyekan-gerakan-pemilih-cerdas/

KPU disarankan mundurkan jadwal sebelum gagal lagi - Lampung Post

Sebelum Gagal Lagi, KPU Disarankan Mundurkan Jadwal

http://lampost.co/berita/sebelum-gagal-lagi-kpu-disarankan-mundurkan-jadwal

Kamis, November 28, 2013

Suport Damai itu Indah | Koran Editor


DI BALIK Kesuksesan seorang laki-laki, ada dukungan dan suport seorang wanita. Khususnya sang istri. Demikian filosofi yang dipegang Kania Riffianti, S.Sos. Ia menegaskan mendukung penuh langkah politik suaminya yang juga Danrem 043/Gatam, Kol. CZI. Amalsyah Tarmizi yang akan maju dalam Pilgub Lampung mendatang.
"Terpenting mensuport untuk menciptakan Lampung yang damai. Sebab, damai itu indah," ujar Ketua Yayasan Kartika Jaya itu, ramah.
Kania Riffianti Amalsyah, yang banyak berkiprah dalam kegiatan sosial itu, senantiasa menemani sang suami, yang kini gencar sosialisasi mempopulerkan damai itu indah sebagai tagline. (wan)

Suport Damai itu Indah | Koran Editor