Peringatan HUT ke-69 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2015.
Selasa, April 07, 2015
Rabu, Februari 18, 2015
Catatan dari Mupus XI Persit KCK Tahun 2015
Tema :
"Dengan Semangat Kebersamaan Persit Kartika Chandra Kirana Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan dan Kepedulian Sosial Bagi Keluarga Besar TNI Angkatan Darat"
Sambutan Ketua Umum Dharma Pertiwi selaku Penasihat Persit Kartika Chandra Kirana:
- Perhatikan penggunaan Atribut sesuai aturan, karena penggunaan Atribut yg tdk sesuai akan mengurangi citra organisasi.
- Munas Dharma Pertiwi yg semula dilaksanakan 5 Tahun sekali, diubah menjadi 3 Tahun sekali.
- Ketua yg bekerja secara pribadi, jangan menggunakan hari Sabtu sebagai kegiatan organisasi.
- Yayasan Kartika Jaya adalah warisan dari pendahulu, amanah yg harus dijaga dgn sebaik-baiknya. Untuk itu jangan disalahgunakan.
- Para Ketua sebagai Ibu Raksa Karini, yaitu Ibu Asuh Korps Wanita TNI, memiliki hak untuk memberikan arahan. Untuk itu hendaknya kegiatan-kegiatan yg dilaksanakan jangan hanya yg bersifat seremonial saja.
Pengarahan Kepala Staf TNI Angkatan Darat selaku Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana:
- Yayasan Kartika Jaya didirikan untuk mendukung kegiatan Persit, bukan untuk menumpuk harta.
- Landasan budi pekerti harus selalu ditanamkan kpd anak-anak sejak usia Balita.
- Kaum perempuan memiliki kesempatan yg luas untuk berkarya di bidang apa pun. Untuk itu pergunakan kesempatan tersebut dgn sebaik-baiknya.
- Sebagai seorang Pimpinan, Ketua harus dapat selalu menjadi panutan bagi anggotanya.
- Matangkan kepribadian sebagai perempuan Indonesia dan sebagai istri Prajurit TNI Angkatan Darat.
Penekanan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana:
1. Bentengi diri dan Keluarga dengan keimanan dan ketaqwaan kpd Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berdasarkan Munas Dharma Pertiwi yg terdapat perubahan penyelenggaraan setiap 3 Tahun sekali, maka Mupus Persit Kartika Chandra Kirana menyesuaikan pula dgn penyelenggaraan setiap 3 Tahun sekali.
3. Sebagai unsur Pemimpin, maka Ibu-ibu para Ketua harus menjadi contoh teladan dalam mensosialisasikan Hasil Mupus XI, terutama tentang Penggunaan Atribut, karena Atribut adalah merupakan identitas integritas organisasi.
4. Segala aktivitas yg dilaksanakan oleh organisasi Persit seyogyanya diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, kesejahteraan, dan kepedulian sosial bagi Keluarga Besar TNI AD.
5. Dalam melaksanakan acara Sertijab, dekorasi yg disiapkan agar dibuat sesederhana mungkin, adapun untuk souvenir kini ditiadakan agar tidak memberatkan penyelenggara.
6. Sertijab Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana hanya ada Sambutan Tunggal, yaitu Sambutan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi saja.
7. Kepada para Ketua Daerah, agar meningkatkan Pelayanan Pos KB-Kes Terpadu di daerah masing-masing.
8. Dalam rangka permohonan izin ke Luar Negeri untuk keperluan dinas maupun pribadi, agar mengajukan permohonan izin kepada Ketua satu tingkat di atas dengan memberikan tembusan kepada Ketua Umum.
9. Acara Peringatan HUT Persit tidak boleh digabung dengan pelaksanaan HUT Dharma Pertiwi.
10. Di tengah kesibukan, tetap utamakan pembinaan dan pendidikan putra-putri kita, para generasi muda, sebagai generasi penerus Bangsa.
11. Laksanakan Penekanan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi agar tidak melaksanakan kegiatan Persit pada hari Sabtu dan Minggu.
12. Kepada para Ketua Yayasan, agar melaksanakan tata kelola Dana Yayasan secara arif dan bijaksana, jangan digunakan seenaknya untuk keperluan pribadi, dan harus dipertanggungjawabkan dgn sebaik-baiknya.
Balai Kartini, Jakarta
Selasa, 17 Februari 2015
Sabtu, April 06, 2013
Istri Prajurit TNI Lampung Peduli Korban Kerusuhan
Istri Prajurit TNI Lampung Peduli Korban Kerusuhan
Istri Prajurit TNI Lampung Peduli Korban KerusuhanBandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Istri prajurit TNI di Provinsi Lampung menunjukkan kepedulian kepada korban kerusuhan di sejumlah tempat di daerah ini sebagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, kata Ketua Dharma Pertiwi Korcab Lampung, Hj Kania Riffianti Amalsyah.
Dalam dialog di RRI Bandarlampung, Senin (15/4), Kania Riffianti yang juga istri Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung (Kol Amalsyah Tarmizi) itu menyebutkan sejumlah kegiatan sosial yang telah dilaksanakan para istri anggota TNI di Lampung, yaitu memberikan bantuan bagi korban kerusuhan di Balinuraga Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah.
"Kami juga telah memberikan bantuan bagi korban banjir di Kota Bandarlampung," kata Hj Riffianti yang juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Korcam Korem 043 Garuda Hitam Pengurus Daerah II/Sriwijaya itu, saat dialog yang dipandu presenter RRI Bandarlampung Thohir Saleh dengan pembahas redaktur LKBN ANTARA Biro Lampung itu pula.
Didampingi Pengurus Dharma Pertiwi Lampung, antara lain Ny Tuti Ferry Sidjaya, Ny Sherly D Tampubolon, dan Ny Rahma Tri Budi Utomo, dia menyebutkan pula sejumlah kegiatan sosial lainnya, seperti donor darah, anjangsana kepada anggota maupun keluarga anggota TNI yang sedang dirawat di rumah sakit, memberikan santunan kepada para janda prajurit TNI, kunjungan untuk memberikan bantuan ke panti asuhan, pengobatan dan pelayanan KB secara gratis, dan memberikan pelayanan operasi hernia dan bibir sumbing secara gratis.
"Persit Kartika Chandra Kirana senantiasa memiliki komitmen untuk meningkatkan kepedulian pada kesejahteraan keluarga prajurit dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilandasi semangat kebersamaan dan kekeluargaan," kata dia pula.
Ny Tuti Ferry Sidjaya yang juga istri Komandan TNI AL Lampung, sekaligus anggota mirinir di Lampung menambahkan bahwa selaku istri prajurit TNI tetap harus mendampingi suami dan mengasuh anak-anaknya agar dapat mencapai keberhasilan seperti diharapkan.
"Kami sudah terbiasa belasan tahun hidup sebagai istri prajurit TNI, sehingga sudah dapat mengatur waktu untuk tetap dapat mendampingi suami, mengurus anak-anak dan rumah tangga, mengurus pekerjaan maupun organisasi para istri prajurit TNI," kata dia lagi.
Pengurus Dharma Pertiwi yang telah berusia 49 tahun pada 15 April 2013 ini, menaungi organisasi istri anggota TNI (Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI) menurut Hj Kania Riffianti juga terus mengingatkan dan mendorong para istri anggota TNI untuk menyiapkan diri dengan berwirausaha atau berbisnis guna membantu menambah pendapatan suami.
"Kemampuan bisnis atau wirausaha itu akan sangat berarti saat suami sudah pensiun," ujar dia pula.
Dia juga mengingatkan para istri prajurit TNI untuk jangan menuntut suami masing-masing keinginan yang tidak mampu dipenuhi, tapi sebaiknya menerima apa pun yang diperoleh suami dengan rasa syukur dan ikhlas.
Pengurus Dharma Pertiwi dan organisasi yang dinaunginya, menurut Riffianti, juga berupaya terus menjalin silaturahmi antaranggota dan keluarga besar serta masyarakat luas, sehingga tercipta hubungan yang akrab dan kompak satu sama lain.
http://lampung.antaranews.com/print/267259/istri-prajurit-tni-lampung-peduli-korban-kerusuhan