Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 04, 2016

TAAT

Tulisan Ustadz Salim A. Fillah di bawah ini terlalu bagus untuk tidak di-share...



"MAINKAN saja PERAN-mu, TUGAS-mu hanya TAAT kan?"

Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridha-Nya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersama-Nya. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Illahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini membesarkan, mengasuh, dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat.
Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang pasir yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat.
Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat.
Bagai Nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Taat yang dalam suka maupun tidak suka.
Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya..

🌺Salim A. Fillah🌺

*copas*

Selasa, September 15, 2015

Bahaya Kemunafikan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
   🎀 BAHAYA KEMUNAFIKAN 🎀
Posted by: andysyauqi in AaGym
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dialah Dzat yang telah menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di dalamnya. Dialah pula yang mengatur dan mencukupi seluruh rezekinya. Tiada yang patut disembah selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam. 

Penyakit yang sifatnya turunan dari hati yang menyekutukan Allah, takut kepada selain Allah, berharap kepada selain Allah, adalah penyakit munafik. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam. menerangkan sifat munafik, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara ia berdusta; jika berjanji dia ingkar; jika dipercaya dia khianat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Orang munafik bagaikan musang berbulu domba. Terlihat bagus padahal hatinya busuk. Orang munafik itu jauh lebih berbahaya dari orang yang jelas-jelas jelek sifat dan sikapnya. Orang jelek menampakkan kejelekannya, sedangkan orang munafik itu jelek tapi menampakkan kebagusannya. Seorang munafik itu penipu. Bukankah berbohong itu menipu. Bukankah ingkar janji itu menipu. Dan bukankah khianat atas amanah itu menipu.

Munafik itu ada dua jenis :
Pertama, ada munafik sejak itikad di dalam hatinya, dari akidahnya, contohnya adalah ‘Abdullah bin Ubay. Hatinya tidak beriman, tapi sikapnya menunjukkan keislaman. Hatinya benci kepada Islam, tapi sikapnya menampakkan kecintaan. Ini kemunafikan yang berat.

Kedua, munafik pada amal. Kita memang In-shaa Allah beriman, yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tetapi pada sikap kita sehari-hari banyak perilaku munafik. Diantaranya kebohongan-kebohongan kita, banyak janji yang kita ucapkan tanpa diiringi dengan kesungguhan untuk menepati, amanah di kantor yang lalai kita kerjakan. Kemunafikan seperti ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam diri kita, begitupun di dalam diri orang lain.
Orang munafik itu berbeda ketika di depan dan di belakang, antara ucapan dan tindakan dengan yang di dalam hatinya. Di depan ia mengangguk dan bermuka manis, sementara di belakang dia berghibah. Di depan dia menyanjung, di belakang dia menghina. Orang munafik seperti ini akan terus menjadi biang masalah. Kalau di dalam rumahtangga ada kemunafikan, maka akan rentan dengan konflik. Kalau di dalam pemerintahan sebuah negara ada kemunafikan, maka akan bangkrut dan tidak akan maju.
Kemunafikan juga akan membuat masalah tidak kunjung selesai. Masalah narkoba misalnya, meski para pengedar sudah ditangkap dan dipenjara, namun jikalau ada kemunafikan di pihak penegak hukumnya, maka masalah tersebut akan terus berlanjut.

Jadi saudaraku, kemunafikan itu adalah sumber masalah dan sifat yang amat tercela. Dan, sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tidak menyukai kemunafikan. Semoga kita terhindar dari sifat dan sikap munafik. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.
وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه.
 

 

Kamis, Agustus 27, 2015

Yang Langka Itu...

Bismillaah.

Yang langka itu...
Istri yg tunduk patuh pada suami.
Yg senantiasa berseri-seri saat dipandang.
Yg ridha terdiam saat suami marah.
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara.
Tercantik di hadapan suami.
Terharum saat menemani suami beristirahat.
Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya.
Yang sadar bahwa ridha-Nya ada pada ridha suaminya.
.

Yang langka itu...
Suami yg mengerti bahwa istrinya bukan pembantu.
Sadar tak melulu ingin dilayani.
Malu jika menyuruh ini itu krn tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah.
Yg tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya anak-anak yg masih kecil.
Yg sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya.
Yg rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn rasa sayangnya terhadap istrinya yg kelelahan.
.

Yang langka itu...
Anak lelaki yg sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya.
Yg mengutamakan memperhatikan urusan ibunya.
Yg lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak-anaknya.
Yg sadar bahwa surganya ada pada keridhaan ibunya.
.

Yang langka itu...
Orang tua yg sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya.
Yg selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tdk menyuruhnya kpd perkara munkar.
Yg sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pada ridha suaminya.
.

Yang langka itu...
Seorang ibu yg meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya,
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian terhadapnya.
Yg selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak-anaknya adalah hasil didikannya yg salah selama ini.
Yg sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau doa keburukan maka malaikat akan mengijabah doanya.
.

Yang langka itu...
Anak yg senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dalam keheningan sepertiga malam terakhir,
Meskipun sehari-hari dalam kesibukan rumah tangganya,
Dalam kesibukan usahanya,
Dalam kesibukan pekerjaannya.
.

Yang langka itu...
Orang-orang yg saling memberikan uzur,
Yg saling memaklumi jika hal-hal di atas lupa atau lalai dilakukan,
Sehingga saling memaafkan di antara mereka.
Maka rahmat Allah berada di antara mereka.
Dan Allah dengan kemurahan-Nya memaafkan kesalahan-kesalahan mereka.
.

Barakallaahu fiikum

----

Jumat, Agustus 21, 2015

Sakinah, Mawaddah, wa Rohmah

ARTI SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH 💞💕

Kita sangat sering mendengar kata-kata ini diucapakan pada saat mendo'akan teman atau kerabat yang akan melangsungkan pernikahan. Mungkin bagi sebagian orang ada yang belum familiar dengan kata tersebut. Untuk itu mari kita bahas satu persatu arti dari kata-kata tersebut.

Mari kita mulai dengan menelusuri asal kata tersebut, melalui firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an yang artinya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).

Dalam ayat itu tercantum kata-kata sakinah mawaddah wa rohmah, yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Sakinah
Asal katanya litaskunu = sakana = Sakinah =Tenang = Istri menjadi tempat berteduh. Jadi, seorang isteri harus selalu menjaga penampilannya di hadapan suami, baik fisik maupun ruhaninya.

Makna Litaskunu menurut Ibnu kastir :
a. Lita’ Tafu : Saling mengikat hati (QS. Al-Anfal : 63). => Faktor ikatan hati adalah iman, bukan harta, kedudukan, apalagi tampang.
b. Tamilu ‘Ilaiha : Kamu condong kepadanya. => Condong pikiran, perasaan, tangggung jawab. Di sini akan diketahui bahwa kewajiban seorang isteri adalah taat kepada suami. Jadi, masak, mencuci, dan lain sebagainya itu bukanlah sebuah kewajiban, melainkan perbuatan dalam rangka ketaatan pada suami.
c. Tadma’inubiha : Kamu merasa tenang dengannya.

Secara sederhana Sakinah  adalah Tenang, Tentram . 

Mawaddah Mawaddah dalam rumah tangga diartikan dengan cinta. Menurut Hasan Al-Basri, mawaddah adalah metamorfosa dari hubungan suami istri. Jika rumah tangga adalah mesin, maka mawaddah adalah dinamonya.
Di antara ciri Mawaddah adalah :
a. Sering saling memberi hadiah.
b. Kasratu Dzikrihi : Selalu mengingat kebaikannya.
c. Kasratu Ittishali Ma’ahu : Selalu berkomunikasi dan saling terbuka.

Secara sederhana Mawaddah artinya adalah Cinta, Harapan .

Wa
Adalah dan.

Rahmah
Rahmah = Yarhamu = Kasih sayang. Ini adalah hasil akhir dari sakinah dan mawaddah.

Secara sederhana  Rahmah artinya adalah KasihSayang .

Jadi pengertian umum dari kalimat sakinah, mawadah wa rahmah adalah damai, tenang dan tentram dalam cinta dan kasih sayang. Sebuah kalimat yang sangat indah.. 😍

(Jimi Hendrik/ Berdakwah.net) 

Semoga Allah jadikan keluarga kita, keluarga yang Sakinah Mawadah Wa Rahmah. 🙏

Tujuan Terakhir Kita Semua Sama

TUJUAN TERAKHIR KITA SEMUA SAMA 😥😥😥

Karena pada akhirnya kita akan dibaringkan di dalam tempat yang sama..

Apapun yang kamu miliki..
Apapun yang kamu peroleh..
Apapun yang kamu dapatkan..
Apapun yang kamu bangga-banggakan..
Apapun yang kamu agung-agungkan..
Semuanya akan kamu tinggalkan.. 😢

Ketahuilah wahai sahabatku..
Keinginan manusia itu ibarat koin-koin logam..
Semakin banyak keinginanmu, maka semakin berat beban yang kau pikul..

Dan ketahuilah bahwasanya manusia TIDAK AKAN PERNAH PUAS bila ia sendiri tidak mampu untuk mensyukuri..

Jadilah hamba yang menjadikan dunia ini sebagai ladang amal..
Jadilah hamba yang memelihara sifat tawadhu di dunia..
Jadilah hamba yang pandai dalam bersyukur..

Hidup ini hanya sekali kawan dan kain kafan tidak di desain dengan kantung untuk kau bawa serta koin-koin keinginanmu tadi.. 😢

Cukupkan keinginan’mu dan lebihkan rasa syukurmu.

[Share dari Teman]

Fokus pada Tujuan Hidup

FOKUS PADA TUJUAN HIDUP 😄

Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.

Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.

Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.

Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu?

Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain.

Oleh Ustadz Musyaffa Ad Dariny

REZEKI

✔️ REZEKI.

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada setiap makhluk-Nya

✅ Rezeki Tingkat Pertama.
(yang djamin oleh Allah).

Tidak ada suatu mahlukpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.
(QS Huud [11]: 6).

Allah memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini.
Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

✅ Rezeki Tingkat Kedua.

Tidaklah manusia mendapat apa2, kecuali apa yang telah diusahakannya.
(QS An-Najm [53]: 39).

Allah akan memberikan rezeki sesuai dgn apa yg kita kerjakan. Jika kita bekerja 3 jam,
maka kita dapat hasil yang 3 jam.
Jika bekerja lebih lama, lebih berilmu, lebih sungguh2, maka kita akan mendapat lebih banyak, apakah orang muslim atau bukan.

✅ Rezeki Tingkat Ketiga.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.
(QS Ibrahim [14]: 7).

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yang lebih banyak.

Itulah janji Allah, hanya orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia dan sejahtera dipercayai menerima jenis rezeki yang ini.

✅ Rezeki Tingkat Keempat.
(Hanya untuk orang-orang yang beriman & bertaqwa).

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada di-sangka2nya.
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan semua urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu.
(QS Ath-Thalaq [65]: 2-3).

Rezeki yang ke-4 ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya.
Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar2 dicintai & dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Di tingkat berapakah posisi kita dalam masalah rezeki ini, cuma Allah dan diri kita yg tahu.

Selamat menjemput rezeki.

Semoga Allah meneguhkan kekuatan dan iman kita untuk bisa istiqomah berupaya menjadi orang bertaqwa,
yang Allah percayai menerima segala rezeki-Nya untuk kemaslahatan seluas-luas masyarakat di sekitar kita.
Aamiin.

[Share dari Teman]

Rabu, Agustus 19, 2015

Jika Penguasa Berkata dan Bertindak Tanpa Ilmu

Jika Penguasa Berkata dan Bertindak Tanpa Ilmu, Ini Nasehat Rasulullah

Tak satupun peristiwa di masa depan yang dikabarkan oleh Rasulullah melainkan pasti terjadi. Ada yang terjadinya tak lama setelah Rasulullah wafat, ada pula yang baru terjadi setelah beberapa abad.

Itulah nubuwat. Sebuah prediksi tentang masa depan yang ditunjukkan Allah kepada NabiNya. Karena dari Allah, pastilah benar adanya. Sebab Allah Maha Mengetahui segala hal yang akan terjadi.

Lalu Rasulullah mensabdakan peristiwa demi peristiwa masa depan itu kepada para sahabat, yang kini bisa kita simak melalui hadits-hadits beliau. Tak jarang, melalui nubuwat tersebut Rasulullah bukan hanya mengabarkan apa yang akan terjadi, namun juga disertai nasehat; baik yang berupa anjuran maupun yang berupa larangan.

Tentang kepemimpinan, misalnya. Rasulullah mengabarkan bahwa suatu saat, akan muncul penguasa-penguasa yang bodoh. Penguasa itu berkata tanpa ilmu, bertindak juga tanpa ilmu. Bicara tanpa ilmu, berbuat juga tanpa ilmu. Membuat pernyataan tanpa ilmu, membuat kebijakan juga tanpa ilmu.

Jika telah hadir penguasa yang demikian, Rasulullah memberikan nasehat kepada umatnya.

يليكم عمال من بعدهم ؛ يقولون ما لا يعلمون ويعملون ما لا يعرفون فمن ناصحهم ووازرهم وشد على أعضادهم ؛ فاولئك قد

“Setelah itu kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata bukan berdasarkan ilmu dan bertindak bukan berdasarkan ilmu. Barangsiapa menjadi penasehat mereka, pembantu mereka dan pendukung mereka, berarti mereka telah binasa.”
(HR. Thabrani dan Baihaqi; shahih)

Demikian bebalnya tipe penguasa itu hingga Rasulullah melarang umatnya menjadi penasehat, pembantu dan pendukung mereka. Siapa yang menjadi penasehat, pembantu dan pendukungnya, mereka membawa diri kepada kebinasaan.

Mengapa menjadi penasehat penguasa di saat itu juga dilarang? Jika pembantu dan pendukung mungkin jelas karena mereka melanggengkan kekuasaan yang menzalimi umat karena tanpa ilmu. Namun menjadi penasehat?

Maksudnya adalah penasehat yang tidak bisa mengubah kebijakan penguasa dan tidak bisa meminimalisir kemudharatan yang ditimbulkan oleh penguasa tersebut. Sebabnya bisa jadi penguasa tersebut sudah tidak bisa dinasehati atau penasehatnya yang tak lagi punya peran menasehati kepada kebaikan dan mencegahnya dari kemungkaran.

Semoga kita tidak menemui masa tersebut. Dan jikapun menemuinya, kita diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah tersebut. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

[Muchlisin BK/Bersamadakwah/Berdakwah]

Iman kepada Qada dan Qodar

Kadang, yang kita usahakan tak sesuai harapan.
Justru yang tak diperkirakan malah jadi rizki.

Kadang, yang kita idamkan belum tentu berjodoh.
Justru yang dulu tak terpikirkan akhirnya berjodoh.

Kadang, yang kita hindari malah terjadi.
Yang kita inginkan belum terealisasi.

Itu berarti, ada banyak hal yang di luar kesanggupan dan kemampuan kita. Itulah kehendak Allah.

Jika tak mengaitkan pada-Nya,
tak sedikit yang merasa putus asa,
atau bahkan kecewa.
Namun, kelak dengan kacamata keimanan, kita akan faham bahwa
apapun yang Allah berikan untuk kita pasti sudah yang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita.
APAPUN YANG ALLAH TAKDIRKAN, PASTI YANG TERBAIK UNTUK DIRI KITA.

Semoga kita menjadi hamba Allah yang semakin yakin dengan pertolongan-Nya,
semakin bergantung hanya kepada-Nya.
Aamiin yaa robbal'aalamiin...

Buya Hamka dan K.H. Abdullah Syafi'ie

Ketika Buya Hamka Mengimami Sholat Subuh di Kediaman KH Abdullah Syafi’ie.

ULAMA-ulama besar yang sudah menorehkan begitu banyak amal sholeh tak akan pernah mati — walaupun jasadnya sudah dikubur oleh tanah. Itulah yang selalu kita dapatkan dari sosok Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi’ie.

Siapa yang tidak kenal Buya Hamka, dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal? Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafi’ie, pendiri dan pemimpin Perguruan Asy-Syafi'iyah, yang umumnya Kiyai Betawi pada hari ini adalah murid-murid beliau?

Meski Buya Hamka adalah tokoh Muhammadiyah, namun ia berkawan baik dengan tokoh NU seperti KH. Abdullah Syafi’ie, ulama kawakan yang juga dijuluki ‘Macan Betawi’ kharismatik.

Di antaranya kisah sederhana Buya Hamka dan KH. Abdullah Syafi’ie ialah toleransi dan lebih mengedepankan ukhuwah Islamiyah.

Kisah ini, sebagaimana yang diceritakan oleh putera beliau, Rusydi Hamka, adalah tentang persoalan khilafiyah seperti qunut, jumlah rakaat tarawih, maupun jumlah adzan Shalat Jum’at. Meski Buya Hamka boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang tidak mempraktikkan qunut pada Shalat Subuh, namun beliau menghormati sahabatnya, KH. Abdullah Syafi’ie, ulama yang menyatakan bahwa qunut Shalat Shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah.

Buya Hamka jika hendak mengimami jamaah Shalat Subuh, suka bertanya kepada jamaah, apakah akan menggunakan qunut atau tidak. Dan ketika jamaah minta qunut, tokoh dan penasihat Muhammadiyah inipun mengimami Shalat Subuh dengan qunut.

Dalam kesempatan lain tentang masalah adzan dua kali. Suatu ketika di hari Jumat, KH. Abdullah Syafi’ie mengunjungi Buya di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Jakarta Selatan. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Karena sahabatnya datang, maka Buya minta agar KH. Abdullah Syafi’ie saja yang naik menjadi khatib Jumat.

Yang menarik, tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali, padahal biasanya di masjid itu hanya satu kali adzan. Rupanya, Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat sahabatnya. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan, bahkan adzan pun ditambahkan jadi dua kali, semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya.

Begitu pula tentang jumlah rakaat tarawih. Buya Hamka ketika mau mengimami shalat tarawih, menawarkan kepada jamaah, mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Jamaah di masjid Al-Azhar pada saat itu memilih 23 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Esoknya, jamaah minta 11 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat.

- Share dari Teman -

Rabu, Juli 22, 2015

Rahasia Kekuatan Cium Tangan dan Cium Dahi

-Share dari Teman-

RAHASIA KEKUATAN CIUM TANGAN DAN CIUM DAHI ..... 🌾 🍃

Mengapa lelaki harus mencium kening istri dan istri mesti mencium tangan suaminya?
Bahwa semangat dan ketenangan lelaki itu terletak pada kening istrinya.
Lalu sumber ketenangan dan kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.

Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dari satu hal paling mahal dalam hubungan dua sejoli-sepasang kekasih...
Apa itu?
Saling Percaya.

Jangan sangka bahwa hanya birahi yg mendorong suami mengecup kening istrinya. Seorang suami tahu dan merasakan bahwa mengecup kening istri adalah cara dirinya mendapatkan ketenangan. Dan perempuan mau mencium tangan lelaki bukan semata tentang siapa yg harus ia patuhi, tapi itu adalah tanda bahwa ada keikhlasan yg menuntunnya. Karena perempuan juga tahu, di tangan suaminya ada Ridho Allah SWT.

Kenapa mesti kening atau tangan?
Kening perempuan adalah sumber ketenangan dan semangat bagi suami, karena kening adalah saksi dari ketaatan kpd Allah SWT.

Keninglah perantaraan tunduknya makhluk kepada Sang Penciptanya. Keninglah bagian tubuh pertama yg mengaku, bahwa Tuhan adalah Maha Tinggi, sementara diri kita adalah yg rendah.
Keninglah yg bersujud di mana kening berada di posisi paling bawah pada saat kita sujud, sebagai simbol bahwa tiada yg lebih tinggi daripada-NYA.

Kening adalah bagian tubuh kita yg posisinya paling tinggi.
Maka pada kening perempuanlah, Tuhan hembuskan sumber ketenangan.
Maka tak heran jika suami bisa merasakan ketenangan setelah mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dengan tangan suami yg dicium istri?
Perempuan mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya. Ada doa yg ia pahatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk orang2 yg dicintai dan disayanginya...

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang menghamba pada Tuhannya agar menjaga tangan suaminya dari hal2 yg dibenci oleh-Nya.

Lewat ciuman yg diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Allah menjaga tangan suami untuk tak mengambil yg bukan haknya.

Lewat ciuman yg disimpan di tangan suami, istri juga tengah memohon kepada Allah agar menghembuskan kasih sayang pada tangan suaminya...

🌸🌸🌸

Selasa, Juni 30, 2015

B a h a g i a

Tentang KEBAHAGIAAN, copas dari teman:

"APAKAH KARENA KECOA?"

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba mendarat pada seorang wanita. Dia mulai berteriak ketakutan. Dengan wajah panik dan suara gemetar, dia melompat dan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya menjadi panik. Wanita itu akhirnya berhasil menghalau kecoa tersebut pergi, tapi kecoa itu ternyata mendarat di wanita lain dalam kelompok. Sekarang, giliran wanita lain tersebut yang melanjutkan drama. 😊

Seorang pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka. Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan. Pelayan tersebut berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya itu. Ketika dia cukup percaya diri, diraihnya kecoa itu dengan tangan dan dilemparnya keluar restoran. 😄

Sambil menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, saya jadi berfikir dan bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tersebut tidak terganggu? Dia menangani peristiwa tersebut dengan hampir sempurna, tanpa kepanikan.

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa bukan teriakan ayah/atasan/istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan mereka lah yang mengganggu saya...

Bukan kemacetan lalu lintas yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kemacetan lah yang mengganggu saya.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Pelajaran dari cerita ini:
Saya mengerti bahwa saya tidak harus bereaksi dlm hidup, tetapi saya harus selalu merespon.

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon. Reaksi selalu naluriah, sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP. Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya, tetapi dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya adalah benar!

Have a Great Monday 🌹

Rabu, Maret 11, 2015

Muhasabah Cinta

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa
Biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah Cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu

Edcoustic - Muhasabah Cinta (Official Music Video): http://youtu.be/gE8OfuiUG5Y

Jumat, Februari 06, 2015

AL-'ASHR

"Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling Menasehati untuk kebenaran dan saling Menasehati untuk kesabaran."

(Al-Qur'an Surat Al-'Ashr Ayat 1-3)

Selasa, Januari 20, 2015

Keutamaan Shalat Malam dan Subuh

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yg terpuji."

- Q.S. Al-Isra' Ayat 78-79 (17: 78-79)

Minggu, Desember 14, 2014

Muhasabah Hari Ini

Ya Allah, Yang Maha Memiliki Segala Kemahaan...
Mestinya hamba berfikir akan Kemahaan-Mu, bukan keterbatasan hamba dalam mengatasi kepelikan hidup...

Ya Allah, Yang Maha Memiliki Segala Kemahaan...
Mestinya hamba berfikir akan Kemampuan dan Kuasa-Mu, bukan pada ketidakmampuan hamba dalam mengatasi problematika hidup dan kehidupan...

Sadarkan hamba, ingatkan hamba, pada Kebesaran-Mu... Aamiin...

- "Kun Fakayuun : Selalu Ada Harapan di Tengah Kesulitan", Ustadz Yusuf Mansur.

Kamis, September 18, 2014

Ujian Hidup

~~~~~» Ujian Hidup «~~~~~

Pasti Allah menguji orang yang beriman kepada-Nya

Ujian dirancang bukan untuk menghancurkan
Bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan

Karena tak ada kebahagiaan, kecuali hati yang bersih dari kemusyrikan, kemunafikan, serta kokoh keyakinan kepada-Nya plus istiqamah patuh pada-Nya

Akan terasa pahit
Bila berburuk sangka pada-Nya
Tak ridha dengan ketentuan-Nya
Bagai menggenggam erat kawat berduri yang tak mau melepaskannya

Berbaik sangka lah
Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah
Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat bagi dunia akhirat kita

Oleh Dia Yang Amat Menyayangi kita dan amat menginginkan kita menjadi ahli surga-Nya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”
(QS Al-Anbiyaa’ : 35)

Dan sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, jika ia ditimpa dengan kesulitan dan penderitaan maka ia bersabar, maka inilah yang terbaik baginya
Dan jika mendapatkan kesenangan dan kegembiraan, maka ia bersyukur dan inilah yang terbaik baginya

Maka seorang mukmin berada di antara merenungkan dosa-dosanya sehingga bersabar (karena musibah dapat membersihkan dosa-dosanya) dan menyaksikan karunia Allah sehingga bersyukur kepada-Nya.

والله أعلم بالصواب

Kamis, April 24, 2014

Ada yang Salah...


(Renungan)

Doeloe... orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak... rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun... dan semua anak-anaknya bersekolah....

Sekarang... banyak yang berangkat kerja Subuh dan sampai rumah setelah Isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan...

"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta..."
(Al-Baqoroh:155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern....

Orang tua kita hidup tanpa banyak alat bantu... tapi tenang menjalani hidupnya...
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, e-Mail, FB, Twitter, Tab, iPad, ruangan ber-AC, dll.. harusnya mempermudah hidup ini... tapi ternyata tidak, sampai2 kita tidak sempat menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...

Berangkat kerja, TERBURU-BURU...
Pulang kerja, juga TERBURU-BURU...
Makan siang, TERBURU-BURU...
Di lampu merah, TERBURU-BURU...
Berdo'a pun, TERBURU-BURU...
Bahkan sholat pun, TERBURU-BURU...

Sifat di atas adalah bukti dari Al-Qur'an Surat Al-Isra' (17) Ayat 11:
"Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."

Hanya mati........ yang tidak seorang pun mau TERBURU-BURU...

Sedemikian takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga, sampai-sampai kita PERHITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah perhitungan dalam memberi rizki kepada kita.

"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir..."
(Al-Baqoroh:268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan, sehingga berani melewatkan sholat Subuh, sholat Maghrib, dsb.
Sampai di manakah hidup kita pada hari ini...?

 oleh Ustadz Ahmad Zainuddin

Jumat, Februari 28, 2014

Logika dan Takdir

Ada dua orang bersahabat, yang satu bernama "Logika" dan yang satunya lagi bernama "Takdir". Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang…
Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar.
Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.

Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan.

Logika berkata kepada Takdir: Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu.
Takdir menjawab: Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.

Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa.

Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, dan selamatlah si Takdir. Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.

Maka boleh jadi terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.

Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak memperdulikan.

Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu.

Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.

Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita ada hikmah besar di balik itu.

Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.

"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."

Minggu, Februari 23, 2014

Mendemokratiskan Demokrasi

Forwarded dari teman, 22-2-2014 :

Mendemokratiskan Demokrasi!!!

Demokrasi itu nyata, dia bukan di ruang hampa. Demokrasi tidak diam, dia harus digerakkan agar menjadi lebih demokratis. Menjadi tugas sejarah bagi kita untuk mendemokratiskan demokrasi!

Adakah tokoh yg berupaya mendemokratiskan demokrasi? Hari ini ditemukan jawabannya! Apa yg dilakukan Amalsyah dgn menarik berkas pendaftaran Cagub menjadi pelajaran berharga bagi kita. Cukup! Sudah cukup Amalsyah dipermainkan oleh KPU!
Kemarin KPU berulah lagi dgn mempermainkan 4 pasangan Cagub dan Cawagub!

Amalsyah benar! Langkah politiknya jika diikuti oleh pasangan lain maka selesai sudah permainan KPU! Tapi apakah ada Cagub lain yg berani berkorban seperti Amalsyah?
Jika masih berfikir untung rugi dan belum seberani Amalsyah harus kita maklumi, karena Tuhan tidak melahirkan sosok pemimpin secara massal.

Jangan berkecil hati dgn pasangan Cagub yg tetap memasang badan utk terus dipermainkan KPU. Saling mendoakan adalah jalan keluar terbaik, semoga 4 pasang Cagub lainnya bisa mengikuti jejak Amalsyah.
Damai itu Indah.

Novelia Yulistin
085368681001