Selasa, Maret 10, 2015

Doa Kaffaratul Majlis


Ini adalah sebuah do'a penting, apalagi bagi Anda yang sering rapat atau meeting.

Yuk setiap meeting kita mulai biasakan membuka meeting dengan memuji Allah dan Sholawat kepada Nabi,
dan kemudian menutup meeting/rapat dengan do'a kaffaratul majlis di bawah ini:

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
SUBHAANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA,
ASH-HADU AL LAA ILAAHA ILLA ANTA,
ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA

"Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku meminta ampun dan bertobat kepada-Mu."
(HR. Para pemilik kitab Sunan, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153.

KHASIAT DO'A INI:

Dari Aisyah Radhiallahu'anha, dia berkata: "Setiap Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam duduk di suatu tempat, setiap membaca Al-Qur’an dan setiap melakukan shalat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat."
Aisyah Radhiallahu'anha berkata: Aku berkata: “Wahai Rasululllah, aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis,
membaca Al-Qur’an atau melakukan shalat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu."
Beliau bersabda:
ﻧَﻌَﻢْ، ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺧَﻴْﺮﺍً ﺧُﺘِﻢَ ﻟَﻪُ ﻃَﺎﺑَﻊٌ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺷَﺮّﺍً ﻛُﻦَّ ﻟَﻪُ
ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓً، ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
"Ya, barang siapa yang berkata baik akan
distempel pada kebaikan itu (pahala bacaan kalimat tersebut), barang siapa yang berkata jelek, maka kalimat tersebut merupakan penghapusnya.
(Kalimat itu adalah: Subhaanaka wa bihamdika laailaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik)."
- HR. An-Nasa'i dalam kitab 'Amalul Yaum wal Lailah, hal. 308. Imam Ahmad 6/77.
Dr. Faruq Hammadah menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Tahqiq 'Amalul Yaum wal Lailah, karya An Nasa'i hal. 273.

Sabtu, Maret 07, 2015

Cinta kepada Allah

Cinta adalah melihat apa yang baik dan indah dalam segala sesuatu.
Mencintai adalah belajar dari segala sesuatu, melihat anugerah Allah dan kemurahan Allah dalam segala sesuatunya.
Mencintai adalah mensyukuri segala rahmat Allah.

Cinta adalah derita istimewa dan membahagiakan.
Barang siapa memilikinya dalam hati, akan mengetahui rahasia.
Mereka akan terbenam dalam samudera Kebenaran.

Cinta membuat kita sanggup menembus gunung.
Cinta membuat kita mencapai tujuan.
Cinta memberikan cita rasa pada Zikir seorang pemuja.
Cinta mengatasi segala masalah, membuka semua pintu yang tertutup.

Di jalan cinta, para pencinta mengorbankan diri demi mendapatkan yang dikasihi.
Segenap orang suci yang mabuk anggur cinta telah mengorbankan diri mereka di jalan cinta.

Orang sering mengingat obyek cintanya.
Orang yang mencintai Allah juga akan mengingat-Nya, di mana saja, kapan saja.
Di dahan rumpun mawar yang dikasihi, bulbul cinta berkicau tiada henti.

Penting bagimu untuk memiliki perasaan cinta dalam hatimu, dalam bentuk dan wujud apa pun.
Penting pula bagimu untuk dicintai.
Lebih mudah mencintai daripada dicintai.
Jika kau mencinta, kau pasti akan mencapai Sang Kekasih Yang Maha Tinggi suatu hari nanti.

- Syeikh Muzaffir

Jumat, Februari 27, 2015

Penyerahan Diri pada Tuhan

Kebahagiaan berasal dari kemurahan Tuhan
Bukan dari kekuatan sang penguasa
Jika langit tidak melimpahkan keberuntungan
Maka tak ada keberanian yang mampu mengambilnya

Semut tidak menderita karena kelemahannya
Harimau tidak makan karena kekuatannya

Karena tangan tidak dapat mencapai langit
Maka terimalah apa yang dibawa keberuntungan

Jika engkau ditakdirkan berusia lanjut
Tak akan ada ular atau pun pedang yang dapat mencelakaimu
Akan tetapi jika hari kematian itu tiba
Maka penangkal racun pun dapat membunuhmu seperti racun

- Syeikh Musliuddin Sa'di Shirazi
("Bustan", Taman Surga)

Kamis, Februari 26, 2015

Dia

- Puisi, milik Sahabat

Dia bukan Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, atau bahkan RA. Kartini
Sekedar ibu rumah tangga: mengurus rumah dan keluarga
Di jaman perang semua dalam keterbatasan
Bersuami seorang senapati serdadu
Gigih bertempur dan menggempur

Rumah menjadi benteng pertahanan
Sebelum tidur anak anak didongengkan keperkasaan bapaknya
Meski yang didapatkan adalah ketegaran ibunya
Dengan lembut setengah berbisik terus dia lantunkan
Cerita kejayaan
Sambil menyeka basah pipinya oleh air mata

Sembilan bulan perut rahim tanpa belaian kasih Bapa
Aku bukan wanita jalang
Dalam hati dia meronta 
Badannya tergetar menahan tangis dan sepi
Begitu sampai keluar anaknya lima
Dalam kepayahan penderitaan dan kesulitan
Tuhan selalu memberikan kemudahan dan kekuatan
Anak-anak disebut dalam setiap do’anya
Dia ikhlas
Perjuangannya pun tidak untuk merdeka

Waktu itu menjelang senja
Sayu-sayup di kejauhan terdengar tapak kaki lelaki
Semakin dekat
Terlihat tersenyum lebar
Rasa bahagia khawatir dan terpana menjadi tanya:
Suamiku?


(Bandung Lautan Api, 2015)

Selasa, Februari 24, 2015

Puisi Religius Terakhir WS Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”….

* Puisi ini ditulis oleh W.S. Rendra menjelang wafatnya (6 Agustus 2009), yang ditulis di atas ranjang Rumah Sakit.

Bedak Talek

- dari seorang Sahabat

Bedak talek yang kau taburkan semerbak
Terbang bersama angin hingga hinggap 
dan bersemayam di awan

Dengan sabar lembut dan menentramkan
Selama 32 tahun hujan mengirimkan segarnya

Kepadaku: "aku masih harum"

Seat Kosong

Seat Kosong
- Puisi, masih dari seorang Sahabat

Dua tiket telah dipesan
Perjalanan kereta yang kau janjikan
Adalah sepanjang rel riwayat hayat
Berguncang gelap dan mendebarkan
Memandang kelam kaca dalam-dalam

Ada Tuhan yang tersaput mata kaca-kaca
Tiada pohon hijau tanaman kembang dan
nyanyi burung di luar sangkar
Hari semakin malam
Sekelebat pelayan menawarkan minuman
teh panas yang menghangatkan
Penumpang pucat dalam kereta dingin
Bersanding kursi yang kosong
menambah sepi

Senja mula berangkat sampai dini  
Seat kosong diam memperhatikan
Bersanding sejuk tenang di sampingmu
Pulang untuk menyiapkan pergi
Sebelum kereta berhenti
Izinkan aku menempati seat kosong
di hatimu

(Jembatan Cipada, 2015)

Minggu, Februari 22, 2015

Kenanglah Kebaikan Orang-orang dalam Hidup Kita

Banyak orang keluar dan masuk dalam hidup kita.
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras.
Ada yang telah lama berjalan beriringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya.
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.
Ada datang dan pergi begitu saja seolah tak pernah ada.

Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan manik-manik pembentuk mozaik catatan sejarah.
Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai.
Atau kita salah melihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.

Ambillah waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup kita.
Kenanglah seluruh kebaikan mereka serta kebaikan yang mungkin tersembunyi di balik tabir kekecewaan.
Mereka adalah orang tua, guru, sanak saudara, kerabat, teman, serta sahabat.
Juga tiada salahnya mengenang mereka yang pernah kita anggap sebagai musuh atau pengkhianat.
Atau yang tak pernah kita tahu nama dan wajahnya.

Bagaimanapun mereka telah turut memahat pribadi kita, menyapukan tinta pada lukisan hidup kita, menyiangi tanaman jiwa kita.

Kenanglah dalam genangan cinta tak bertepi.
Pandanglah dalam cakrawala cinta tak bersyarat.
Hanya dalam tatapan cinta lah kita bisa memandang indahnya kehidupan ini, karena segalanya adalah karunia Tuhan Maha Kuasa.
Karena tiada secuil pun hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayang lah jawabannya.

4 HAL SEBELUM TIDUR

EMPAT HAL SEBELUM TIDUR

Rasulullah SAW berpesan kepada Siti Aisyah RA.

“Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam Al-Quran
2. Sebelum menjadikan para Nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para Muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan Haji dan Umrah“

Bertanya Siti Aisyah:
“Ya Rasulullah! Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?“

Rasul tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat Al–Ikhlas tiga kali seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran"

Bismillaahirrohmaanirrohiim,
‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakullahuu kufuwan ahad’ (3x)

2. "Membacalah shalawat untukku dan untuk para Nabi sebelum aku maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat“

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad (3x)

3. “Ber-istighfar-lah untuk para Mukminin maka mereka akan meridhai engkau"

Astaghfirullaahal 'adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. "Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir, maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah Haji dan Umrah"

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Allaahu akbar (3x)

(Tafsir Haqqi)

Subhanallah, semoga kita semua dijauhkan dari kesusahan, keterpurukan, dan keputusasaan. Aamiin.

Jumat, Februari 20, 2015

Chasing Shadow in The Dark

- Puisi, masih dari seorang Sahabat

Di tiap jatuh jauh pandangan adalah dia
Bisa sampai menggapai?
Dalam gelap tetap menatap
Biar susah sungguh
Mungkin setan menunggu bosan
Aku tidak perduli
(I believe a light will erase,  you will rise: my sun)
Sampai habis waktuku kan terus memburu
(dan pada gulingmu aku cemburu)

(Sang Guru, Magelang 1982)

Wild World

Wild World
- Puisi, dari seorang Sahabat

Setelah seharian bermain
Anak manis itu tertidur pulas
Biasa minta di-Nina bobokan ini tidak
Malah dia bilang bobo sambil ngantuk
Kupijit-pijit kaki paha dan punggungnya
Lalu kurapikan selimutnya
Biar sarung sobek karna setrika terasa nyaman
Setelah terlihat pulas aku belai kepalanya
Dari dahinya lembut
Kupandangi dengan bersenyuman
Kucium pipi dan rambutnya
Sejuk segar bagai air kelapa
Terlintas pikiran: untuk apa aku bekerja
Terjawab: agar dapat minum pipimu
Beberapa saat kutunggu bila terganggu
Denging lalu lalang nyamuk
Tak kutepuk kuhalau saja
Dia tetap nyenyak
Dan setengah berdo’a dalam hati kubisikkan
Aku akan menjagamu

(Talas Bogor, Februari 2015)

Rabu, Februari 18, 2015

Catatan dari Mupus XI Persit KCK Tahun 2015

Tema :
"Dengan Semangat Kebersamaan Persit Kartika Chandra Kirana Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesejahteraan dan Kepedulian Sosial Bagi Keluarga Besar TNI Angkatan Darat"

Sambutan Ketua Umum Dharma Pertiwi selaku Penasihat Persit Kartika Chandra Kirana:
- Perhatikan penggunaan Atribut sesuai aturan, karena penggunaan Atribut yg tdk sesuai akan mengurangi citra organisasi.
- Munas Dharma Pertiwi yg semula dilaksanakan 5 Tahun sekali, diubah menjadi 3 Tahun sekali.
- Ketua yg bekerja secara pribadi, jangan menggunakan hari Sabtu sebagai kegiatan organisasi.
- Yayasan Kartika Jaya adalah warisan dari pendahulu, amanah yg harus dijaga dgn sebaik-baiknya. Untuk itu jangan disalahgunakan.
- Para Ketua sebagai Ibu Raksa Karini, yaitu Ibu Asuh Korps Wanita TNI, memiliki hak untuk memberikan arahan. Untuk itu hendaknya kegiatan-kegiatan yg dilaksanakan jangan hanya yg bersifat seremonial saja.

Pengarahan Kepala Staf TNI Angkatan Darat selaku Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana:
- Yayasan Kartika Jaya didirikan untuk mendukung kegiatan Persit, bukan untuk menumpuk harta.
- Landasan budi pekerti harus selalu ditanamkan kpd anak-anak sejak usia Balita.
- Kaum perempuan memiliki kesempatan yg luas untuk berkarya di bidang apa pun. Untuk itu pergunakan kesempatan tersebut dgn sebaik-baiknya.
- Sebagai seorang Pimpinan, Ketua harus dapat selalu menjadi panutan bagi anggotanya.
- Matangkan kepribadian sebagai perempuan Indonesia dan sebagai istri Prajurit TNI Angkatan Darat.

Penekanan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana:
1. Bentengi diri dan Keluarga dengan keimanan dan ketaqwaan kpd Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berdasarkan Munas Dharma Pertiwi yg terdapat perubahan penyelenggaraan setiap 3 Tahun sekali, maka Mupus Persit Kartika Chandra Kirana menyesuaikan pula dgn penyelenggaraan setiap 3 Tahun sekali.
3. Sebagai unsur Pemimpin, maka Ibu-ibu para Ketua harus menjadi contoh teladan dalam mensosialisasikan Hasil Mupus XI, terutama tentang Penggunaan Atribut, karena Atribut adalah merupakan identitas integritas organisasi.
4. Segala aktivitas yg dilaksanakan oleh organisasi Persit seyogyanya diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, kesejahteraan, dan kepedulian sosial bagi Keluarga Besar TNI AD.
5. Dalam melaksanakan acara Sertijab, dekorasi yg disiapkan agar dibuat sesederhana mungkin, adapun untuk souvenir kini ditiadakan agar tidak memberatkan penyelenggara.
6. Sertijab Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana hanya ada Sambutan Tunggal, yaitu Sambutan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi saja.
7. Kepada para Ketua Daerah, agar meningkatkan Pelayanan Pos KB-Kes Terpadu di daerah masing-masing.
8. Dalam rangka permohonan izin ke Luar Negeri untuk keperluan dinas maupun pribadi, agar mengajukan permohonan izin kepada Ketua satu tingkat di atas dengan memberikan tembusan kepada Ketua Umum.
9. Acara Peringatan HUT Persit tidak boleh digabung dengan pelaksanaan HUT Dharma Pertiwi.
10. Di tengah kesibukan, tetap utamakan pembinaan dan pendidikan putra-putri kita, para generasi muda, sebagai generasi penerus Bangsa.
11. Laksanakan Penekanan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi agar tidak melaksanakan kegiatan Persit pada hari Sabtu dan Minggu.
12. Kepada para Ketua Yayasan, agar melaksanakan tata kelola Dana Yayasan secara arif dan bijaksana, jangan digunakan seenaknya untuk keperluan pribadi, dan harus dipertanggungjawabkan dgn sebaik-baiknya.

Balai Kartini, Jakarta
Selasa, 17 Februari 2015

Jumat, Februari 13, 2015

Zikir adalah Obat yang Mujarab

بسم االه الرحمن الرحيم

DZIKIR ADALAH OBAT YANG MUJARAB ...💐💐💐

Sumber: Buku "The Healing and Disease "

Dokter dari RS. Satyanegara, Sunter, dr. Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan bahwa ternyata dzikir dapat menyehatkan fisik pasien.

Ia membuktikan melalui penelitian terhadap pasien-pasiennya, dimana pasien yang senantiasa berdzikir, sembuh lebih cepat dibanding yang tidak berzikir.

Pasien yang mengalami gangguan alzheimer & stroke, akan membaik kondisinya, setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid : "Laa iIlaaha illallah" dan kalimat istighfar "Astaghfirullah".

Menurut beliau, ditinjau dari ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan "Laa iIlaaha illallah" dan "Astaghfirullah", dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan, serta kestabilan saraf bagi penderita.

Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut, terdapat huruf JAHR yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat "Laa Ilaaha Illallah" terdapat huruf Jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf "Lam", dan "Astaghfirullah" terdapat huruf "Ghayn", "Ra", dan dua buah "Lam" sehingga ada empat huruf Jahr yang harus dilafazkan keras, sehingga kalimat dzikir tersebut mengeluarkan karbondioksida lebih banyak, saat udara dihembuskan keluar mulut.

Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter  pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau, sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.

Dilihat dari tinjauan ilmu syaraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafazan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir, dengan aliran darah pernapasan keluar yang mengandung zat CO2 (karbondioksida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang...

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿