Senin, Oktober 22, 2018

Parenting: Sebuah Tugas Sepanjang Usia

PARENTING  : ‘Sebuah Tugas Sepanjang Usia’

oleh: Riffi Amalsyah


Bisa dikatakan PR seumur hidup semua orang tua di dunia, adalah parenting. Berakar dari kata ‘Parents’, maka parenting adalah tugas bersama antara pasangan suami istri.           Sejak bayi terlahir, sesibuk apapun ibu di dapur dan sehebat apapun karier sang ayah di kantor, maka parenting adalah tugas yang dipikul bersama, sama adilnya. Tidak terkecuali bagi seorang ayah, dimana telah banyak penelitian yang menyampaikan bahwa perilaku yang sederhana seperti menggendong, memeluk, mengajak main anak yang dilakukan oleh seorang ayah dapat membuat anak memiliki perilaku yang kreatif dan psikologinya berkembang dengan baik. Peran ayah dalam merawat serta ikut mengasuh anak sedari dini terbukti dapat membentuk kompetensi sosial, inisiatif terhadap lingkungan, serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

 Kewajiban memenuhi kebutuhan anak, tentu bukan hanya sandang, pangan dan papannya tapi juga kebutuhan untuk mengantarkannya menjadi pribadi berkarakter yang dewasa secara fisik dan psikologis, serta berakhlak mulia. Kompleksnya kewajiban tersebut, menjadikan banyak orang tua yang tidak bisa menikmati dan menyukai proses parenting. Di jaman sekarang saat begitu banyak teori parenting bertebaran di seminar/media elektronik/media sosial, terkadang membuat orang tua semakin bingung. Apakah ini cocok untuk keluarga saya? Apakah ini tepat untuk anak-anak kami yang ayahnya adalah pengawal kedaulatan negara, dimana kami tidak bisa bertemu di setiap harinya? 

Tentu saja pertanyaan seperti itu tidak salah. Parenting dari masing-masing keluarga memungkinkan untuk berbeda satu sama lain. Itu normal, karena parenting memiliki banyak sekali faktor seperti karakter orang tua, pengalaman atau pola asuh yang pernah diterima orang tua saat mereka kecil, karakter anak kita, usia anak, dan lain-lain.

Saat anak-anak kita masih berada di usia sekolah awal, tugas kita mungkin seputar membekali mereka dengan kemampuan dasar calistung, motorik, dan ibadah. Selanjutnya saat anak mulai remaja, parenting akan bertemu dengan tugas pokok tambahan seperti: ’Pembelajaran tentang norma, agama, membangun karakter anak, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat’. Tiba saatnya anak dalam fase dewasa awal, mereka kuliah dan bekerja, maka parenting tetap memiliki tugas penting: ‘Mendampingi mereka dalam memilih jalan karier, memilih jodoh, termasuk mendampingi mereka dalam masa sulit seperti patah hati, putus percintaan, Drop Out kuliah, dikhianati rekan di kantor, keluhan kesehatan karena pola hidup yang tidak sehat, dan masih banyak lagi.’

Bahkan saat anak-anak sudah memiliki keluarganya sendiri, tugas parenting selalu berjalan. Karena pernikahan, idealnya membuat orang tua memiliki ‘anak baru’ (mantu), dan akan terlibat dalam interaksi saat cucu terlahir kelak. Parenting, benar-benar tugas sepanjang usia. 

Telah banyak seminar, artikel, dan buku yang membahas tentang parenting di masa anak-anak hingga remaja. Sementara itu, banyak fenomena penting terlupakan mengenai parenting, yaitu saat anak mulai berusia dewasa, seperti yang diangkat oleh salah satu email di artikel berikut  :

“Bagaimana jika orang tua selalu menuntut ingin dibahagiakan?
Apakah kewajiban anak adalah membahagiakan orang tua?
Mengapa seolah-olah kebahagiaan orangtua adalah tanggung jawab anak?
Saya diminta mendaftar di Universitas yang mereka impikan,
saya dipaksa untuk berkarier di tempat yang mereka harapkan,
dan saya juga harus ikut menanggung beberapa kebutuhan yang mereka tetapkan,
sejak saat saya memiliki gaji.” 

            Dalam pembahasan Psikologi, inilah kondisi yang dinamakan dengan ‘Toxic Parents’, sebuah kondisi dimana orangtua membebankan anak untuk membahagiakan mereka, dengan standar tertentu yang sudah ditetapkan secara sepihak. Pepatah mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Benarkah demikian?

Tak bisa dipungkiri, kasih orang tua memang tanpa batas. Tidak bisa diukur dengan apapun. Sebagai anak, kita pun mengerti dan sepakat. Akan tetapi, suatu hari anak juga akan dihadapkan dengan tanggung jawab baru. Dia akan memilih karier yang sesuai passion dan minatnya, dia akan bertemu pasangan hidup yang sesuai standar dan visi-misi hidupnya, dia akan menjadi orang tua bagi anak-anaknya. Dalam kondisi tersebut, bukan berarti anak tidak lagi sayang atau tidak lagi peduli/mengabaikan pendapat orangtuanya. 

Disinilah parenting membutuhkan kolaborasi dengan kebijaksanaan. Telah cukup bagi orang tua saat dahulu memilihkan TK, SD, SMP, dan SMA terbaik bagi anaknya. Orang tua juga telah memfasilitasi anak dalam bertemu banyak komunitas di luar akademik. Anak-anak bahkan menerima apa adanya menu makanan dan selera pakaian yang kita sajikan pada mereka. Tiba saatnya mereka dewasa dan memiliki karakter tersendiri, selera pilihan mereka sendiri, maka parenting selanjutnya adalah memastikan mereka tetap menjadi individu yang baik, menjalankan perannya sesuai norma agama/hukum/adat/masyarakat, menjadi sosok yang bermanfaat, dan menjadi ‘partner’ anda. Menjadi kawan bicara anda yang ‘sejajar’, menjadi guru bagi beberapa perkembangan teknologi terkini, dan semua merasa bahagia karenanya.

Parenting yang sehat secara psikologis, harus diawali dari kesepakatan antara anda dan pasangan, bahwa anak yang akan dibesarkan ini adalah sosok yang unik, penting, istimewa, dan membutuhkan banyak curahan perhatian serta energi. Selanjutnya, pasangan orang tua juga harus siap menerima perubahan yang alami disebabkan oleh tumbuh kembang anak (peralihan masa balita ke anak, lantas ke masa remaja dan dewasa). Semua konflik yang terjadi pada proses parenting, bisa disikapi dengan bijak. Konflik itu alami, dan bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama. Kalaupun kita dipertemukan dengan konflik yang berat dan sulit mencapai komitmen/komunikasi, kita selalu punya solusi dari jasa para Konselor pernikahan dan Psikolog terdekat. Karena parenting adalah sebuah tugas seumur hidup, semoga kita semua diberikan kemampuan untuk terus membekali dan melengkapi content parenting yang sedang kita jalankan.


Jakarta, 22 Oktober 2018 



Sumber :

  1. Kroll ME, Carson C, Redshaw M, Quigley MA (2016) Early Father Involvement and Subsequent Child Behaviour at Ages 3, 5 and 7 Years: Prospective Analysis of the UK Millennium Cohort Study. PLoS ONE 11(9): e0162339. doi:10.1371/ journal.pone.0162339

  1. schoolofparenting.id



Catatan:

Penulis adalah Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Ranting BS Sahli PG Mabesad, sekaligus Pengurus di Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Jumat, November 04, 2016

Love Letter for My Princess


Bandung, 24 Januari 2016

Yts. Chacha,
Sayangnya Mamah,
Cintanya Mamah,
Kebanggaan Mamah, Papah, Kiyay, dan Abang...

Allah itu Maha Kaya, Maha Besar.
Seluruh langit, bumi, dan seisinya, adalah milik-Nya.
Walaupun seluruh manusia dari zaman dulu sampai nanti berdoa kepada-Nya, kekayaan Allah tidak akan pernah habis.
Allah juga tidak akan pernah bosan mendengarkan doa-doa kita, karena Allah justru mengharapkan kita untuk selalu berdoa memohon pada-Nya. Itu tandanya kita beriman kepada-Nya..

Oleh karena itu, Chacha Sayang.. Cintanya Mamah..
Rajin-rajinlah berdoa kepada Allah, yaa Sayang..
Yakinlah bahwa semua kesedihan Chacha didengar-Nya.
Yakinlah bahwa semua duka Chacha akan selalu didengar oleh-Nya.
Yakinlah bahwa semua doa Chacha akan dikabulkan-Nya..

"Tuhanku.. lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku..."
(Q.S. Thaha : 25-28)

"Robbishrohli shodrii, wa yassirli amrii, wahlul uqdatammillisaani yafqohu qouli..."

Chacha pasti ingat kan, doa ini..
yang selalu Mamah minta Chacha ulang-ulang setelah membaca doa Al-Fathihah, setiap Chacha akan mengerjakan Ujian atau mengikuti Lomba dan sebagainya.

Nah, doa inilah yang sebaiknya selalu jadi penguat Chacha, di mana pun Chacha berada, sedang apa pun, dan sedang bersama siapa pun.
Insya Allah, semua urusan Chacha akan lancar, semua kegiatan dan tugas Chacha akan beres dan selesai dengan sukses..

Itu juga doa yang selalu Mamah baca, yang selalu menguatkan Mamah dalam keadaan apa pun.. baik susah maupun senang..

Mamah harapkan,
Chacha juga demikian.
Saat Chacha sedih, berdoalah kepada Allah.
Saat Chacha senang, bersyukurlah kepada Allah.
Saat Chacha merasa sendirian, mintalah utk ditemani Allah.
Di mana pun berada, ingatlah Allah.
Yakinlah bahwa Allah sangat sayang kepada Chacha, sebagaimana Mamah Papah Kiyay Abang juga selalu sayang kepada Chacha..

Bersyukurlah.
Berterimakasih lah kepada Allah, yang telah memberikan Chacha banyak sekali kebaikan dan kebahagiaan..
Segala sesuatu yang Chacha miliki hari ini semuanya adalah dari Allah, karena Allah, dan berkat Allah.
Syukurilah semua nikmat Allah yang datang kepada Chacha.
Ok yaa, Chacha Sayang...

"Rahasia untuk berubah adalah memfokuskan seluruh energimu;
bukan untuk memperjuangkan yang lama, tetapi untuk membangun yang baru."
- Socrates

"Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjat lah yang tidak pernah jatuh.
Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah.
Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua."
- Buya Hamka

Chacha Sayang,
Kata-kata bijak di atas itulah yang selalu menyemangati Mamah, yang selalu jadi motivasi untuk Mamah, sehingga Mamah selalu bersemangat dalam melakukan segala hal.
Mamah mengharapkan Chacha selalu jadi anak yang bersemangat dalam menghadapi hidup.
Mamah yakin Chacha bisa, karena Chacha adalah "fotokopi" Mamah.. :-) ;-))

Setiap bangun tidur, bacalah doa ini:
"Yaa Allah.. Semangatkanlah pagiku. Cukupkanlah siangku. Lindungilah soreku. Dan damaikanlah malamku..."
Aamiin... Aamiin yaa robbal'aalamiin...

Jadi, karena Chacha adalah anak shalihah, maka Mamah yakin bahwa Chacha selalu mensugesti diri dengan hal-hal positif dan bisa menyemangati diri, dengan kalimat-kalimat seperti ini:
- Aku baik,
- Aku pintar,
- Aku kaya,
- Aku cantik,
- Aku hebat,
- Aku bahagia.

Nah... oleh karena itu, tidak heran kalau ada saja orang-orang yang tidak suka dengan kita, dalam hal ini iri dengan Chacha.. dengan sering menyindir Chacha atau menegur Chacha dengan kalimat yang tidak enak.

Ingat, Chacha Sayang...
Tidak ada orang yang iri kepada orang yang jelek.
Tidak ada orang yang iri kepada orang yang bodoh.
Tidak ada orang yang iri kepada orang yang miskin.
Dan seterusnya..
Jadi, bersyukurlah bahwa Chacha di-iri-kan oleh orang lain, karena pasti itu berarti bahwa Chacha "lebih baik" daripada orang itu, berarti bahwa Chacha dianggap hebat. Hehehe... kereeeennnn..

Berdoalah saat Chacha disakiti.
Bahagiakanlah diri Chacha sendiri saat Chacha dizhalimi,
karena itu adalah "pembalasan dendam" yang sangat manisss... :-D ;-)))

Jika kita disakiti, itu artinya jiwa dan raga kita sedang dizhalimi atau dianiaya. Dan doa yang keluar dari mulut orang yang teraniaya akan dikabulkan oleh Allah Swt.
Oleh sebab itu, saat Chacha sedang disakiti, berdoalah..

Berdoalah sebanyak-banyaknya. Berdoalah dengan permohonan yang setinggi-tingginya. Di saat-saat seperti inilah Allah sedang membuka pintu kebaikan-Nya selebar-lebarnya untuk Chacha. Semua doa Chacha pasti akan dikabulkan.

Berdoalah memohon segala kebaikan untuk diri Chacha sendiri.
Doakan saja untuk Papah, supaya cepat naik pangkat jadi Jenderal. (Aamiin...)
Doakan saja untuk Kiyay, supaya bisa cepat dapat Jodoh dan S2.
Doakan saja untuk Abang, supaya bisa segera lulus S1.
Doakan saja supaya Mamah selalu sehat dan awet muda. Hohoho... :-))

Jadi, jangan bersedih.
Allah Maha Baik dan Maha Penyayang.
Di balik semua kesedihan, selalu ada kebaikan dan jalan keluarnya.

"Keep your face to the sun and you will never see the shadows."
- Helen Keller

Ubahlah sakit hati menjadi doa yang baik-baik, untuk membersihkan hati kita. Buanglah dendam dan sakit hati kita.

Berdoalah :
"Yaa Allah, aku berterima kasih atas semua orang yang telah Engkau pertemukan denganku.. ada yang menginspirasiku, ada yang mendorongku, ada yang melindungiku, ada yang mencintaiku.. tapi juga ada yang melupakanku, ada yang meninggalkanku, ada yang menyakitiku...
Semuanya membantuku belajar menjadi orang yang lebih baik. Semuanya membantuku memahami betapa indahnya hidupku...
Aku menyayangi mereka semua..
Berikanlah mereka kebaikan, kesehatan, perlindungan, dan kebahagiaan.
Kabulkanlah doa-doa mereka...

Yaa Allah, berikanlah kebahagiaan untuk orang-orang yang kusayangi..
Jadikanlah kebahagiaan mereka juga kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.."
Aamiin...

Jadi, nasihat Mamah dan Papah, juga Kiyay dan Abang:
Bertemanlah dengan sahabat yang baik, niscaya akan Chacha temui kedamaian dalam hidup.
Siapa sahabat yang baik itu..?
Sahabat yang baik yaitu sahabat yang ketika Chacha pandang wajahnya, Chacha teringat kepada Allah.
Sahabat yang membuat Chacha enggan bermalas-malasan dalam ibadah..

Kadang, memang kita butuh sendiri..
Dalam kesendirian, Chacha akan dapati perenungan mendalam tentang hidup, yang tidak dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Tapi setelah itu, keluarlah lagi menuju keramaian. Bergaullah, berkumpullah, bersosialisasilah, karena kita diciptakan Allah bukan hanya untuk menikmati kekhusyukan ibadah dalam kesunyian.
Kita diciptakan Allah untuk menebar manfaat bagi sebanyak mungkin sesama.
Untuk itu, tetaplah jadi Chacha yang selalu Mamah Papah banggakan, yang selalu bermanfaat bagi orang banyak.
Oke yaa, Sayang...

Kejarlah mimpi-mimpi Chacha.
Syukuri apa yang ada dalam genggaman Chacha.
Dengan mimpi, hidup akan bersemangat.
Dengan syukur, hidup akan bahagia.

Jangan terlalu banyak mengisi hidup dengan bersedih.
Apa pun masalah yang Chacha hadapi, teruslah bersemangat, teruslah berbahagia.

Bagi para pemimpi dan ahli syukur, masalah bukanlah halangan; tapi tantangan, tantangan yang akan menghebatkan masa depan.

Nah... Mimpi dan syukur itulah yang membuat Mamah bisa sehat sampai sekarang.. karena Mamah selalu bersemangat dan bahagia punya keluarga yang lucu-lucu, baik seperti Papah, kalem seperti Kiyay, hangat seperti Abang, dan selalu bikin sayaaaang hati ini seperti Chacha... 💖💖💖

Alhamdulillaah...
Coba, kalau keluarga kita 'berantakan', pasti Mamah susah sembuhnya dari sakit yang lalu.. Iya, kan..?
Karena stres, selalu sedih, akan memicu sakit Mamah kembali. Tapi semangat dan bahagia akan menyehatkan Mamah..

So... begitu juga dengan Chacha.
Mamah Papah mengharapkan supaya Chacha selalu gembira dan bahagia, selalu bersemangat menjalani hidup, agar selalu sehat.
Bisa yaa, Sayang..?

Okeee... Peluk cium Mamah, Papah, Kiyay, dan Abang, selaluuuuuu untuk Chacha..
Mmmuacchhh...
🌹🌹🌹

Rabu, November 02, 2016

Taammulaat

TAAMMULAAT

Hidup ini bagaikan mawar,
Di dalamnya ada keindahan yang membuatmu bahagia, dan ada duri yang kadang membuatmu terluka..

Yakinilah….
Apa yang telah ditakdirkan untukmu pasti akan kau raih walaupun engkau lemah.
Dan apa yang ditakdirkan bukan untukmu, maka kau takkan bisa meraihnya dengan segala kekuatanmu..

Tak ada yang sempurna selain Allah.
Jadi.. berhentilah menuntut kesempurnaan dari orang lain.

Tak usah bersedih bila kebaikanmu tidak dihargai.
Karena bila penduduk bumi tidak menghargaimu, maka ada Allah yang akan memberkatimu..

Semua akan berkurang bila kau bagi dengan orang lain, kecuali kebahagiaan.
Ia akan bertambah saat kau mau membaginya dengan orang lain..

(Disarikan dari Wasiat Syaikh Muhammad Mukhtar As-Syinqity)
___

Ust ACT El-Gharantaly, Lc.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS Al-Baqarah : 216)

Jumat, Oktober 28, 2016

Terima Kasih, Bidadariku


Bandung, 9 November 2015


Bidadari Mamah yang Tercinta,

Terima kasih, Chacha Sayang...
Mamah pulang ke rumah, ada kado terindah buat Mamah. Makasih, yaaa. Surprise sekali... ❤️❤️❤️
Koq Chacha tau yaa, Mamah masih sangat suka boneka seumur ini.

Kenapa, yaa...
Karena boneka itu selalu mengingatkan Mamah akan kesayangan Chacha, juga kesayangan Mamah, yaitu Chacha, anugerah terindah dalam hidup Mamah.

Baik-baik di Krida yaa, Sayang...
Mamah yakin Chacha akan selalu jadi anak yang tegar, yang lucu, dan selalu gembira serta shalihah...

Mamah sangat sayang Chacha, Mamah sangat cinta Chacha. Chacha akan selalu jadi kebanggaan Mamah, Papah, Kiyay, dan Abang.
Tetap semangat, ya Yang...
Ingat pesan Mamah, untuk selalu jadi anak yang baik...

Pesan Papah, "Sekali layar terkembang, pantang biduk kembali pulang.."
Dan kata Papah juga, "Orang yg menghindar dari permasalahan, hambatan, dan kekecewaan, dia tidak akan dapat apa-apa. Oleh karena itu, masalah harus dihadapi untuk masa depan yang gemilang.."
Oke yaa Sayang.
My beautiful Angel, my Princess...

Chacha cintanya Mamah, Sayangnya Mamah..
Semua cerita tentang kehebatan Kiyay dan Abang di Krida, pasti akan sering Chacha dengar. Semua itu tidak perlu membuat Chacha jadi patah semangat, tapi justru harus jadi penyemangat untuk Chacha.
Sepertinya tidak mungkin Chacha mengejar kepopuleran dan raihan prestasi Kiyay, Abang, juga Atu Chika. Tapi itu semua bisa jadi mungkin, kalau Chacha bisa menunjukkan kemampuan Chacha sendiri yang mungkin berbeda, tapi sama baiknya.

Mamah dulu juga begitu. Mamah suka minder lihat Uwa-uwa dan Tante-tante yang pintar-pintar. Tapi Mamah tunjukkan kemampuan Mamah sendiri yang berbeda dengan mereka. Mamah tekun main piano dan suka menulis, misalnya.

Nah... Chacha ciptakan kebahagiaan dan kenyamanan Chacha sendiri, yaa. Itu semua akan Chacha temukan seiring dengan waktu yang berjalan di Krida. Ngga terasa lho, tau-tau aja 6 bulan lagi juga Chacha akan jadi "Teteh". Iya, kan..? Asyik... hehehe...

So, tetap rajin sholatnya yaa Sayang.. 
Chacha pintar menulis, maka biasakan banyak menulis. Chacha suka menyanyi, kenapa ngga ciptakan lagu..? Nanti Mamah bantu... ;-)

Sippp.
Mamah yakin dan percaya Chacha akan selalu jadi anak yang baik, yang suka menolong dan membantu siapa pun. Teruslah seperti itu.
Jadilah selalu seperti Chacha sebelumnya ini, yang selalu ceria dan baik hati juga penyayang kepada siapa pun.

Mamah dan Papah selalu bangga kepada Chacha. Apa pun yang baik yang Chacha lakukan, Chacha selalu jadi kebanggaan Mamah dan Papah.

Kuatkan hati dan jiwa.
Ejekan atau hinaan tidak akan pernah bisa membuat Chacha gentar.

Jadi, baik-baik selalu di Asrama yaa Sayang...
Kapan pun Chacha rindu kepada Mamah dan Papah atau Kiyay dan Abang, tulislah jadi surat. Nanti dikumpulkan, tiap Pesiar sampaikan ke Mamah... akan Mamah jadikan penghiburan hati juga untuk Mamah, yang setiap hari selalu merindukan Chacha...

Semangatttttttt !


Peluk dan cium Mamah,
selalu dan tidak pernah bosan...

- Mamah, yang selalu menyayangi Chacha -






Sabar itu Indah

Biasanya, kalau saya menunggu giliran MRI, lamaaaaa sekali... harus antri sampai berjam-jam, harus mengalah diselipi oleh para Jenderal dan Istri Jenderal, atau para Pensiunan Jenderal dan Istri Pensiunan Jenderal, atau oleh para Pejabat Tinggi Negara, atau oleh para pasien luar yang tidak menggunakan BPJS, atau oleh pasien yang koneksinya langsung dari Dr. Terawan..

Tapi kemarin, saat saya mengantar Abang untuk kontrol MRI, baru satu menit duduk, menunggu, nama Abang sudah dipanggil dan disuruh pakai kimono untuk persiapan. Kira-kira 2 menit menunggu, sdh dipanggil lagi untuk masuk ke Ruang MRI. Padahal di Ruang Tunggu VIP ada sekitar 3 orang Pasien lain yang sebelumnya sudah menunggu. Saat itu, ada 1 orang Ibu yang memperhatikan kami terus dengan sorot matanya yang tajam.. Saya melemparkan senyum kepadanya, dibalasnya dengan cemberut..

Begitu Abang keluar dari Ruang MRI, Ibu itu menatap kami dengan cemberut.. Kami lewat dari Toilet dan memberikan senyum, dia masih cemberut saja. Kami lewat dari Ruang Ganti, Ibu itu makin cemberut...

Selanjutnya kami keluar dan akan pulang, tiba-tiba di depan Ruang DSA kami berpapasan dengan Dokter yang biasa memeriksa saya. Langsung saja beliau ingin melihat hasil MRI. Kami pun kembali ke Ruang Radiologi.

Selama Dokter menerangkan hasil Foto MRI, sorot mata tajam terasa di balik punggung saya. Saya masih mengabaikannya hingga penjelasan Dokter usai. Hingga akhirnya selesai, kami bersiap pulang, dan saya baru memperhatikan sekitar... Ternyata Ibu bersorot mata tajam tadi itu yang memperhatikan kami terus, dia sudah mengenakan kimono, tapi masih duduk di depan pintu Ruang MRI, masih menunggu gilirannya... dan dengan wajah makin cemberut..!!

Saya tak bisa berkata-kata... Apakah karena kebetulan Abang yang saat itu MRI, diberi kemudahan oleh Allah..? Atau apakah karena Abang sudah mendaftar sehari sebelumnya..? Sementara saya yang rutin MRI setiap 6 bulan sekali selalu mendapat giliran menunggu yang lamaaaaa...
Sabar itu memang indah, seperti yang selama ini selalu saya jalani.. tapi saya tidak pernah menunggu dengan wajah cemberut... 😄😄😄

Senin, Oktober 10, 2016

Sogok Menyogok

Mamah Dedeh :
"Sogokan terjadi karena ada yg menyogok. Juga terjadi karena ada yg menerima sogokan. Segala sogok-menyogok jauh dari rahmat Allah..."

Robbana taqobbal minna innaka antassami'ul 'aliim, wa tub'alaina innaka antattawwaburrohiim...
(Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang...)
Aamiin...

Kamis, September 01, 2016

Doa Ampunan





Do’a Ampunan Versi Abu Bakr

Do’a yang bisa diamalkan, do’a meminta ampunan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ  :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!”

Maka Beliau pun berkata, 
“Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM...
(Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)'.”

(HR. Bukhari No. 834 dan Muslim No. 2705)

Selasa, Juli 05, 2016

Lebaran 2016




Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1437 H,
Mohon maaf lahir dan batin.

Taqobbalallahu minna wa minkum,
Taqobbal yaa Kariim...

Bandar Lampung, 6 Juni 2016.

Senin, Juli 04, 2016

Istri yang Kejam

Acara "Mamah dan Aa Beraksi"

Seorang Bapak: "Mah, istri saya selalu rajin membangunkan saya utk sholat.. walaupun saya habis kecapean kerja sekalipun. Kata teman saya, istri saya itu kejam. Seharusnya kalau suami kecapean ya istri jangan membangunkan suami. Bagaimana menurut Mamah..?"

Mamah Dedeh: "Yang betul, kalau suami susah dibangunkan utk sholat, seharusnya istri cipratin aja muka suami biar bangun..!!!"

😄😄😄

*Hidup Mamah Dedeh*

Jumat, Juli 01, 2016

Malam Kemuliaan (Lailatul Qadar)


"Malam Kemuliaan itu lebih baik dari Seribu Bulan."

[Q.S. Al-Qadr : 3]




"1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

[Al-Qur'an Surat Al-Qadr]





Minggu, Juni 12, 2016

Elif dan Uttaran

"Bi, asyik banget nonton Piala Euro. Mana lawan mana..?" saya bertanya kepada Bibi saat melewati Dapur memperhatikan Bibi tengah serius menonton Pertandingan Piala Eropa di televisi.
Bibi menjawab, "Turki, Bu."
Saya bertanya kembali, "Iya, Turki lawan mana..?"
Jawab Bibi, "Nggak tau. Bibi cuma mau nunggu barangkali ada ELIF ikut nonton..."

Saya terdiam. Pikirku, untung India tidak masuk Piala Euro. Kalau iya, bisa-bisa si Bibi menunggui UTTARAN juga...
😄😄😄

Itulah demam yang melanda banyak Ibu Rumah Tangga dan para ART (Asisten Rumah Tangga) di masa kini. Drama televisi berseri "Elif" dan "Uttaran" sudah merasuki jiwa mereka, sehingga segala hal selalu dihubungkan ke sana. Turki, berarti identik dengan "Elif". India, identik dengan "Uttaran".

Lantas apakah saya harus melarang Bibi yg bekerja di rumah saya, agar tidak menonton film-film televisi semacam itu? Pertanyaan ini mungkin bisa saya abaikan, karena saya memiliki anak-anak yang telah dewasa dan remaja, yang telah dapat memilih sendiri dengan bijak tayangan apa yang baik bagi mereka dan mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh 'selera' Bibi yang menyukai drama serial televisi semacam itu.

Namun tentunya film-film semacam ini perlu mendapat perhatian dari para orang tua yang masih memiliki anak-anak berusia di bawah remaja. Para pengasuh putra-putrinya yang masih berusia balita, tentu besar kemungkinan terkena demam ini juga. Bayangkan seandainya setiap sore, setiap hari, tanpa kita sadari - karena kita masih bekerja atau beraktivitas di luar rumah - anak-anak kita ikut menonton bersama para pengasuh anak-anak kita. Para pengasuh di sini bisa saja saudara kita, atau baby sitter, atau ART, dan lain-lain, yang sehari-hari mendampingi putra-putri kita beraktivitas di rumah.

Adegan Ibu kandung yang selalu membohongi bahkan memanipulasi anak kandungnya sendiri, kemudian ayah mertua yang bersikap jahat kepada menantunya, atau nenek yang mengajari kelicikan kepada cucunya, istri yang menipu suaminya sendiri, maupun anak/menantu yang merekayasa situasi manipulatif terhadap orang tua/mertuanya sendiri, merupakan adegan yang selalu ada di Film seperti "Elif" dan "Uttaran".

Kesemua itu keadaan yang tidak menyenangkan untuk ditonton. Pertikaian dan persaingan yang tidak wajar tidaklah enak untuk ditonton setiap hari. Namun mengapa orang-orang cenderung menyukainya? Mengapa banyak orang suka menonton kepedihan orang yang tertindas, maupun kesengsaraan orang yang disiksa?

Saya betul-betul tidak mengerti. Dan makin tak mengerti, mengapa kini saya bisa ikut-ikutan Bibi untuk suka menontonnya... 

😄😄😄


Bandung, 10 Juni 2016









Sabtu, Juni 11, 2016

Happy Birthday, Abang





Ulang tahun ke-54 Abang kali ini
Mungkin berbeda dari biasanya
Karena aku tidak membuatkanmu Puisi

😄😄😄

Happy Birthday, Abang
Semoga panjang umur dan sehat selalu
Tetaplah tegar sebagai imamku
Tetaplah bersemangat untuk anak2 kita
Syukurilah hidup ini
Karena begitu banyak kebahagiaan ada di dalamnya
Sungguh besar karunia yang Allah limpahkan

Barokallaahu fii umrik
Aamiin

P.F. 10 Juni 2016