Rabu, Agustus 19, 2015

Iman kepada Qada dan Qodar

Kadang, yang kita usahakan tak sesuai harapan.
Justru yang tak diperkirakan malah jadi rizki.

Kadang, yang kita idamkan belum tentu berjodoh.
Justru yang dulu tak terpikirkan akhirnya berjodoh.

Kadang, yang kita hindari malah terjadi.
Yang kita inginkan belum terealisasi.

Itu berarti, ada banyak hal yang di luar kesanggupan dan kemampuan kita. Itulah kehendak Allah.

Jika tak mengaitkan pada-Nya,
tak sedikit yang merasa putus asa,
atau bahkan kecewa.
Namun, kelak dengan kacamata keimanan, kita akan faham bahwa
apapun yang Allah berikan untuk kita pasti sudah yang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita.
APAPUN YANG ALLAH TAKDIRKAN, PASTI YANG TERBAIK UNTUK DIRI KITA.

Semoga kita menjadi hamba Allah yang semakin yakin dengan pertolongan-Nya,
semakin bergantung hanya kepada-Nya.
Aamiin yaa robbal'aalamiin...

Buya Hamka dan K.H. Abdullah Syafi'ie

Ketika Buya Hamka Mengimami Sholat Subuh di Kediaman KH Abdullah Syafi’ie.

ULAMA-ulama besar yang sudah menorehkan begitu banyak amal sholeh tak akan pernah mati — walaupun jasadnya sudah dikubur oleh tanah. Itulah yang selalu kita dapatkan dari sosok Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi’ie.

Siapa yang tidak kenal Buya Hamka, dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal? Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafi’ie, pendiri dan pemimpin Perguruan Asy-Syafi'iyah, yang umumnya Kiyai Betawi pada hari ini adalah murid-murid beliau?

Meski Buya Hamka adalah tokoh Muhammadiyah, namun ia berkawan baik dengan tokoh NU seperti KH. Abdullah Syafi’ie, ulama kawakan yang juga dijuluki ‘Macan Betawi’ kharismatik.

Di antaranya kisah sederhana Buya Hamka dan KH. Abdullah Syafi’ie ialah toleransi dan lebih mengedepankan ukhuwah Islamiyah.

Kisah ini, sebagaimana yang diceritakan oleh putera beliau, Rusydi Hamka, adalah tentang persoalan khilafiyah seperti qunut, jumlah rakaat tarawih, maupun jumlah adzan Shalat Jum’at. Meski Buya Hamka boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang tidak mempraktikkan qunut pada Shalat Subuh, namun beliau menghormati sahabatnya, KH. Abdullah Syafi’ie, ulama yang menyatakan bahwa qunut Shalat Shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah.

Buya Hamka jika hendak mengimami jamaah Shalat Subuh, suka bertanya kepada jamaah, apakah akan menggunakan qunut atau tidak. Dan ketika jamaah minta qunut, tokoh dan penasihat Muhammadiyah inipun mengimami Shalat Subuh dengan qunut.

Dalam kesempatan lain tentang masalah adzan dua kali. Suatu ketika di hari Jumat, KH. Abdullah Syafi’ie mengunjungi Buya di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Jakarta Selatan. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Karena sahabatnya datang, maka Buya minta agar KH. Abdullah Syafi’ie saja yang naik menjadi khatib Jumat.

Yang menarik, tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali, padahal biasanya di masjid itu hanya satu kali adzan. Rupanya, Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat sahabatnya. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan, bahkan adzan pun ditambahkan jadi dua kali, semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya.

Begitu pula tentang jumlah rakaat tarawih. Buya Hamka ketika mau mengimami shalat tarawih, menawarkan kepada jamaah, mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Jamaah di masjid Al-Azhar pada saat itu memilih 23 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Esoknya, jamaah minta 11 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat.

- Share dari Teman -

Rabu, Agustus 05, 2015

JUJUR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

♡♡♡ J u j u r ♡♡♡

Saudaraku yang dirahmati Allah, kita melihat orang-orang yang menunaikan sholat banyak jumlahnya, orang-orang yang melaksanakan shaum pun banyak jumlahnya. Demikian juga orang-orang yang menunaikan ibadah haji, berbondong-bondong banyaknya setiap tahun. Namun, orang yang jujur, selalu dipertanyakan mengapa tidak sebanyak mereka jumlahnya. Padahal jelas bahwa tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur.

Seringkali kita senang menilai orang lain jujur, akan tetapi jarang mempertanyakan kepada diri kita sendiri sejauh mana kejujuran diri kita. Kita senang melihat orang lain jujur, kita senang diperlakukan sebagai orang yang jujur, walaupun sebenarnya kita belum tentu jujur. Kita pun senang berkumpul dan berinteraksi dengan orang yang jujur, namun apakah kita sendiri sudah menjadi orang yang jujur lagi dapat dipercaya?

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam adalah seseorang yang diberi gelar Al-Amin, seseorang yang sudah terjamin kejujurannya dan terpercaya. Gelar ini diberikan oleh orang-orang di lingkungan beliau yang bahkan belum mengenal Islam. Gelar tersebut adalah gelar bagi orang yang setiap ucapannya pasti benar, setiap janji pasti ditepati, setiap amanah pasti ditunaikan dengan penuh tanggung jawab, bersih dari khianat. Inilah karakter utama yang perlu kita miliki.

Seorang muslim yang jujur adalah karena ia yakin bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa melihat dirinya, senantiasa mengetahui ucapan, perbuatan sekecil apapun yang ia ucapkan dan ia lakukan.

Sesungguhnya kebohongan itu tidak pernah berguna sama sekali. Karena sungguh Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak mungkin bisa kita bohongi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti tahu setiap apa yang kita lakukan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi.
Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.” 
(Q.S. Faathir [35] : 38)

Wallahu 'alam bisshowab.
Jazakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Rabu, Juli 22, 2015

Rahasia Kekuatan Cium Tangan dan Cium Dahi

-Share dari Teman-

RAHASIA KEKUATAN CIUM TANGAN DAN CIUM DAHI ..... 🌾 🍃

Mengapa lelaki harus mencium kening istri dan istri mesti mencium tangan suaminya?
Bahwa semangat dan ketenangan lelaki itu terletak pada kening istrinya.
Lalu sumber ketenangan dan kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.

Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dari satu hal paling mahal dalam hubungan dua sejoli-sepasang kekasih...
Apa itu?
Saling Percaya.

Jangan sangka bahwa hanya birahi yg mendorong suami mengecup kening istrinya. Seorang suami tahu dan merasakan bahwa mengecup kening istri adalah cara dirinya mendapatkan ketenangan. Dan perempuan mau mencium tangan lelaki bukan semata tentang siapa yg harus ia patuhi, tapi itu adalah tanda bahwa ada keikhlasan yg menuntunnya. Karena perempuan juga tahu, di tangan suaminya ada Ridho Allah SWT.

Kenapa mesti kening atau tangan?
Kening perempuan adalah sumber ketenangan dan semangat bagi suami, karena kening adalah saksi dari ketaatan kpd Allah SWT.

Keninglah perantaraan tunduknya makhluk kepada Sang Penciptanya. Keninglah bagian tubuh pertama yg mengaku, bahwa Tuhan adalah Maha Tinggi, sementara diri kita adalah yg rendah.
Keninglah yg bersujud di mana kening berada di posisi paling bawah pada saat kita sujud, sebagai simbol bahwa tiada yg lebih tinggi daripada-NYA.

Kening adalah bagian tubuh kita yg posisinya paling tinggi.
Maka pada kening perempuanlah, Tuhan hembuskan sumber ketenangan.
Maka tak heran jika suami bisa merasakan ketenangan setelah mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dengan tangan suami yg dicium istri?
Perempuan mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya. Ada doa yg ia pahatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk orang2 yg dicintai dan disayanginya...

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang menghamba pada Tuhannya agar menjaga tangan suaminya dari hal2 yg dibenci oleh-Nya.

Lewat ciuman yg diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Allah menjaga tangan suami untuk tak mengambil yg bukan haknya.

Lewat ciuman yg disimpan di tangan suami, istri juga tengah memohon kepada Allah agar menghembuskan kasih sayang pada tangan suaminya...

🌸🌸🌸

Selasa, Juni 30, 2015

Pribadi yang Bermanfaat

PRIBADI YANG BERMANFAAT 😃

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman (yang artinya): 
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda
“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.”
(Muttafaq ‘alaih).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat.”
(HR. Muslim).

Saudaraku, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Ref:
muslimah.or.id
Berdakwah @ LINE
🌐 www.berdakwah.net
💻 blog.berdakwah.net
📣 radio.berdakwah.net

Manfaat Es Batu

- Share dari Teman -

Selama ini banyak orang mengira es batu hanya bermanfaat untuk mendinginkan suatu minuman atau sajian lainnya. Tapi tak sedikit pula yang telah merasakan manfaat es batu untuk menurunkan demam atau meredakan memar hingga panas dalam.                               
Ternyata tak hanya sampai di situ, sebuah es batu berukuran kecil yang diletakkan di bagian belakang leher, antara pundak dan kepala memberikan banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Seperti dilansir oleh Daily Nutrition News, teknik mudah dan sederhana ini ternyata merupakan sebuah teknik akupunktur dari Negeri Cina, dimana titik antara pundak dan kepala di bagian belakang leher ini disebut dengan Feng Fu, atau yang lebih dikenal oleh banyak orang sebagai "rumah angin".                                
Caranya mudah, ambil sebuah es batu kecil dan tempelkan pada bagian antara pundak dan kepala pada bagian belakang leher selama kurang lebih 20 menit dan rasakan sebuah sensasi yang luar biasa. Pertama-tama tentu Anda akan merasakan dingin pada titik tersebut. Tapi, setelah tiga puluh atau empat puluh detik Anda akan merasakan kehangatan.

Dengan melakukan hal ini setiap hari, Anda akan mulai merasa euforia. Hal ini terjadi karena hormon endorfin akan mengalir pada darah Anda. Tidak hanya itu saja manfaat teknik tersebut, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti:

1. Meningkatkan kualitas tidur
2. Pencernaan menjadi lebih baik
3. Jauh dari penyakit seperti pilek dan flu
4. Mengurangi nyeri sendi, sakit gigi, dan sakit kepala
5. Perbaikan sistem pernafasan dan sistem kardiovaskular yang lebih baik
6. Tidak ada lagi perubahan degeneratif tulang belakang dan gangguan neurologis
7. Membantu mengurangi infeksi seksual yang menular dan gastrointestina
8. Menghilangkan gangguan kelenjar tiroid
9. Menghilangkan hipotensi, hipertensi, dan arthritis
10. Membantu menyembuhkan asma
11. Membantu permasalahan kekurangan gizi dan obesitas
12. Membantu permasalahan impotensi
13. Mengobati kelelahan kronis, depresi, stres, dan manajemen gangguan psiko-emosional.

Metode ini membantu tubuh untuk mencapai keseimbangan serta meningkatkan energi tubuh tanpa menggunakan obat yang berbahan kimia. Tak ada salahnya dicoba.

B a h a g i a

Tentang KEBAHAGIAAN, copas dari teman:

"APAKAH KARENA KECOA?"

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba mendarat pada seorang wanita. Dia mulai berteriak ketakutan. Dengan wajah panik dan suara gemetar, dia melompat dan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya menjadi panik. Wanita itu akhirnya berhasil menghalau kecoa tersebut pergi, tapi kecoa itu ternyata mendarat di wanita lain dalam kelompok. Sekarang, giliran wanita lain tersebut yang melanjutkan drama. 😊

Seorang pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka. Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan. Pelayan tersebut berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya itu. Ketika dia cukup percaya diri, diraihnya kecoa itu dengan tangan dan dilemparnya keluar restoran. 😄

Sambil menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, saya jadi berfikir dan bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tersebut tidak terganggu? Dia menangani peristiwa tersebut dengan hampir sempurna, tanpa kepanikan.

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa bukan teriakan ayah/atasan/istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan mereka lah yang mengganggu saya...

Bukan kemacetan lalu lintas yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kemacetan lah yang mengganggu saya.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Pelajaran dari cerita ini:
Saya mengerti bahwa saya tidak harus bereaksi dlm hidup, tetapi saya harus selalu merespon.

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon. Reaksi selalu naluriah, sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP. Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya, tetapi dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya adalah benar!

Have a Great Monday 🌹

Jumat, Juni 26, 2015

Selamatkan Anak-anak kita dari Kejahatan Penyalahgunaan Narkoba

Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional:
Mari kita nyatakan perang terhadap kejahatan penyalahgunaan Narkoba.

Generasi Emas, Generasi Sehat Tanpa Narkoba.
Para orang tua, mari lindungi anak-anak kita dari kejahatan penyalahgunaan Narkoba.

http://nasional.kompas.com/read/2015/06/26/10071661/
Peringati.Hari.Antinarkotika.Jokowi.Pantau.Ground.Breaking.Panti.Rehabilitasi