Selasa, Juli 22, 2014
Kumpulan Do'a
(QS. AL-BAQARAH [2]:201)
IHDINASHSHIRAATHALMUSTAQIIM, SHIRAATHALLA
(QS.AL-FATHIHAH [1]:6-7)
(QS. ALI-'IMRAN [3]:38)
(QS. AL-ANBIYA' [21]:89)
(QS. AL-QASHASH [28]:24)
(QS. THAHA [20]:25-29)
"BISMILAHIROHMANIROHIIM RABBIGHFIRLII WA LI'AKHII WA ADKHHILNAA FII RAHMATIKA WA ANNTA ARHAMURRAAHIMIIN."(QS. AL-A'RAF [7]:151)
(QS. AL-A'RAF [7]:126)
(QS. AL-ANBIYA' [21]:87)
(QS. SHAD [38]:35)
(QS. AL-A'RAF [7]:89)
LAA ILAAHA ILLAA ANTA.
(HR.MUSLIM)
(QS. AL-'ANKABUT [29]:
(QS. ASY-SYU'ARA [26]:169)
(QS. SHAD [38]:41)
[Waha
WALAA TUKHZINII YAUMA YUB'ATSUUNA YAUMA LAA YANFA'U MAALUWWALAA BANUUNA ILLAA MAN ATALLAAHA BIQALBIN SALIIM."(QS. ASY-SYU'ARA [26]:87-89)
(QS. Al-Mu'minun [23]:39)
ALLAAHUMMAKFINIIBIHALLAALIKA'ANHARAAMIKA
"BISMILAHIROHMANIROHIIM ALLAAHUMMA ABSUTHU 'ALAINAA MIN BARAKAATIKA WA RAHMATIKA WA FADHLIKA WA RIZQIKA."
SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHII SUBHANALLAHIL 'AZHIIM. ASTAGHFIRULLAAH."
"BISMILAHIROHMANIROHIIM ALLAAHU LATHIIFUN BI'IBAADIHII YARZUQU MAN YASYAA-U WAHUWAL QAWIYYUL'AZIIZ."
"BISMILAHIROHMANIROHIIM KHATHAFTU QALBA WALADII.... LI-AMRII WA MURAADII WA MUTHII'AN LIMAA ARADTUHU."
"BISMILAHIROHMANIROHIIM ALQOITU 'ALAIKUM MUHABATAN MIIN."
Senin, Juli 21, 2014
Kamis, April 24, 2014
Ada yang Salah...
(Renungan)
Doeloe... orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak... rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun... dan semua anak-anaknya bersekolah....
Sekarang... banyak yang berangkat kerja Subuh dan sampai rumah setelah Isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan...
"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta..."
(Al-Baqoroh:155)
Ada yang salah dengan cara hidup orang modern....
Orang tua kita hidup tanpa banyak alat bantu... tapi tenang menjalani hidupnya...
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, e-Mail, FB, Twitter, Tab, iPad, ruangan ber-AC, dll.. harusnya mempermudah hidup ini... tapi ternyata tidak, sampai2 kita tidak sempat menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...
Berangkat kerja, TERBURU-BURU...
Pulang kerja, juga TERBURU-BURU...
Makan siang, TERBURU-BURU...
Di lampu merah, TERBURU-BURU...
Berdo'a pun, TERBURU-BURU...
Bahkan sholat pun, TERBURU-BURU...
Sifat di atas adalah bukti dari Al-Qur'an Surat Al-Isra' (17) Ayat 11:
"Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."
Hanya mati........ yang tidak seorang pun mau TERBURU-BURU...
Sedemikian takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga, sampai-sampai kita PERHITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah perhitungan dalam memberi rizki kepada kita.
"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir..."
(Al-Baqoroh:268)
Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan, sehingga berani melewatkan sholat Subuh, sholat Maghrib, dsb.
Sampai di manakah hidup kita pada hari ini...?
oleh Ustadz Ahmad Zainuddin
Jumat, Februari 28, 2014
Doa kepada Orang Baik
ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻚ / ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻜُﻢ
(Doa kepada orang yg telah berbuat baik: Barakallahu Fiika)
ﻭَﻓِﻴْﻚَ ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪ
(Jawaban Doa Barakallahu Fiika (↑): Wafiika Barakallah)
ﺟَﺰَﺍﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ
Jazaakallah khairan (untuk laki-laki)
ﺟَﺰَﺍﻙِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ
Jazaakillahu khairan (untuk wanita)
ﺟَﺰَﺍﻛُﻢُ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ
Jazaakumullahu khairan (jama’)
Logika dan Takdir
Ada dua orang bersahabat, yang satu bernama "Logika" dan yang satunya lagi bernama "Takdir". Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang…
Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar.
Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.
Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan.
Logika berkata kepada Takdir: Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu.
Takdir menjawab: Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.
Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa.
Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, dan selamatlah si Takdir. Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.
Maka boleh jadi terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.
Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak memperdulikan.
Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu.
Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.
Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita ada hikmah besar di balik itu.
Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.
"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."