Senin, April 30, 2012

Puisi dari Ny. Suhardi, untukku

Puisi karya Ny. Suhardi, anggota Persit KCK Koorcab Rem 043 PD II/Sriwijaya, yg dibuatnya khusus untukku :

Tuhan......
Andai aku bisa memilih...
aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini, Tuhan ...
Andai aku bisa memilih...
aku berharap tidak ada lagi hal yg sama terjadi padaku...
terjadi pada org lain, Tuhan...

Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu, Tuhan...?
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu, Tuhan...?
Biarkan aku dapat melihat, memandang langit dan bulan setiap harinya...

Tuhan...
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi,
agar aku bisa memberikan kebahagiaan, pengabdian,
kepada keluarga dan sahabat-sahabatku, Tuhan...?
Berikanlah aku kekuatan dan hidayah-Mu,
agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapa pun yang mengenalku...

Tuhan...
Terima kasih Kau selalu bersamaku...
Aamiin....

Bandarlampung, 12 April 2012


(Dikirim via SMS saat aku tengah dirawat pasca-DSA di RSPAD, Jakarta)

Sukses Tangani Sriwijaya FC, Siap Majukan PSBL

Sukses Tangani Sriwijaya FC, Siap Majukan PSBL

Senin, April 16, 2012

Asti T..Bercerita: Aku ingin tahu apa itu DSA Trombolisis

Asti T..Bercerita: Aku ingin tahu apa itu DSA Trombolisis: Kepada Yth.Bp. Fritz Sebelumnya saya mohon maaf karena email ini telah mengganggu waktu bapak. Email ini saya kirimkan karena saya menca...

Asti T..Bercerita: dr. Terawan , The Rising Star Radiologi Intervensi...

Asti T..Bercerita: dr. Terawan , The Rising Star Radiologi Intervensi...: Pernahkah membaca BBM seperti ini.... Ada info dr teman....Jika ada keluarga yg kena stroke, segera berobat ke Dr. Terawan. Dia praktek di...

Aman, Amal, dan Amanah

Aman, Amal, dan Amanah
Radar Lampung
SABTU, 14 APRIL 2012 | 10:56 WIB

SOSOK Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Kolonel CZI Amalsyah Tarmizi, S.Ip. semakin menguat dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2013. Meski belum pasti akan maju karena butuh pertimbangan matang lantaran masih bertugas TNI aktif, Amalsyah menyatakan siap mengemban amanat rakyat. Baginya, dalam memimpin, dia selalu berprinsip aman, amal, dan amanah.

’’Dalam bertugas, prinsip saya selalu berusaha berbuat yang terbaik dalam amal perbuatan. Juga amanah dalam tugas yang saya emban, termasuk tugas negara dan amanah dari rakyat,” ujar Danrem.
Dikatakan Amalsyah, mengenai niatnya untuk maju dalam pilgub memang ada. Menurutnya, siapa pun putra daerah pasti akan terpanggil untuk membangun daerahnya.
’’Hingga kini, saya masih fokus untuk tugas sebagai Danrem. Namun, memang ada aspirasi untuk saya yang berkembang bahwa ada yang mendukung (maju pilgub, Red) dan itu saya hargai. Tapi, fokus utama tetap tugas sebagai Danrem. Untuk maju pilgub, meski siap, tetap saya harus izin pimpinan saya,” kata Amalsyah kepada Radar Lampung via ponselnya kemarin.
Secara jujur, Amalsyah juga mengakui terus memperoleh kabar bahwa dukungan baginya terus mengalir. Selain dukungan Jaring Kandidat Radar Lampung yang sudah mencapai dukungan 4 ribu lebih dan terus naik peringkat, teranyar adalah di media jejaring sosial Facebook. Sebuah nama grup Kol. CZI Amalsyah Tarmizi For Lampung 1 terus bertambah pendukungnya. Hingga tadi malam, jumlah dukungan di grup ini tercatat 2.245 anggota.
’’Saya juga kaget. Katanya grup itu baru dua hari. Saya malah belum sempat buka karena banyak tugas. Yang pasti, semua aspirasi saya ucapkan terima kasih,” tutur Amalsyah.
Ditanya apa yang menjadi harapannya untuk Lampung ke depan, Amalsyah menyatakan, ia ingin Lampung lebih maju lagi. Di antaranya ingin Lampung aman.
’’Keamanan itu nomor satu. Saya katakan sekarang Lampung bukan tidak aman, namun keamanan akan terus ditingkatkan. Kini kami (TNI, Red) terus bekerja sama dengan Polri serta pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif. Setelah aman, maka ekonomi bisa akan tumbuh, investor masuk, dan terbuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

(gus/c2/gus)

http://www.radarlampung.co.id/read/politika/48368-aman-amal-dan-amanah

Minggu, April 15, 2012

Danrem 043/Gatam Menerima Penghargaan dari Menteri Kehutanan RI

http://www.korem-043-gatam.mil.id/component/content/article/8-news/118-danrem-043gatam-terima-penghargaan-dari-menteri-kehutanan-penrem-043gatam

Bantuan untuk Korban Kerusuhan Sidomulyo

http://www.korem-043-gatam.mil.id/component/content/article/9-gallery/130-danrem-043gatam-beserta-ketua-persit-koorcab-rem-043-pd-iisriwijaya-memberikan-bantuan-dan-tali-asih-korban-kerusuhan-sidomulyo-penrem-043gatam

Minggu, Januari 08, 2012

AMALSYAH TARMIZI - Tokoh Lampung

Tokoh Lampung

 

(Sosok, Kiprah, Wawancara, Obituarium)

  1. Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi
    Danrem 043/Garuda Hitam Lampung



    KONDISI bangsa yang hiruk-pikuk oleh politik dan maraknya kriminalitas, rakyat merasa rindu kehadiran TNI. Itu tecermin dari banyaknya pernyataan “enakan zaman Pak Harto. Aman”. Kini, kerinduan rakyat ditemukan kembali dalam banyak kegiatan sosial kemasyarakatan yang digelar TNI.

    Peta keamanan dan gangguan ketertiban masih melekat di Provinsi Lampung. Berbagai insiden dan kriminalitas terus terjadi di berbagai sudut daerah dan melukai rasa aman warga. Padahal, polisi sudah berupaya keras untuk mengantisipasi dan menindak pelaku.

    Dalam rasa waswas yang tak kunjung terobati, berbagai cara dilakukan warga. Dari melakukan siskamling, mempersenjatai diri, menghindari daerah-daerah terindikasi rawan kejahatan, hingga sekadar mengeluh. Saat keluhan tak mendapat jawaban, warga mulai menghela napas seraya berkata; “enakan zaman Soeharto, ya. Aman!”

    Saat itu, TNI aktif ikut berperan di masyarakat dengan dwifungsi ABRI. Kini, melalui undang-undang, tentara ditarik ke barak dan menjalankan fungsinya sebagai instrumen pertahanan. Maka, tak jarang warga awam menyebut TNI sudah tidak peduli rakyat lagi.

    Bagaimana sebenarnya posisi TNI di tengah masyarakat? Berikut petikan wawancara wartawan Lampung Post Iskandar Zulkarnain dan Sudarmono dengan Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi, Selasa (3-1).

    Lampung hari ini masih berkabung dengan desas-desus kasus Mesuji. Kriminalitas, terutama begal motor, seperti tren di beberapa daerah. Polisi seperti tidak sanggup. Bagaimana peran TNI di sini?


    Baik. Kita tahu, sejak reformasi, TNI dan Polri kan dipisah. Dengan undang-undang itu, tugas masing-masing sangat jelas. Oleh karena itu, TNI bukan tidak peduli dengan kondisi ini, tetapi pemilahan tugasnya sudah berbeda. Polisi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sedangkan TNI bertugas sebagai pertahanan dan pengamanan negara dalam arti luas.

    Saat ini rakyat rindu dengan kehadiran TNI dalam rangka membantu keamanan. Apa tidak dimungkinkan TNI berperan lagi?


    Untuk menjadi kesadaran bersama, keamanan dan ketertiban adalah tugas kita bersama seluruh elemen bangsa ini. Ini bukan tugas polisi saja. Posisi TNI hampir sama dengan warga lain. Tetapi, sebagai warga yang memiliki kemampuan dan difasilitasi negara dengan instrumen pertahanan, TNI wajib mengambil peran yang lebih besar ketimbang warga sipil.

    Saya sebagai tentara dan juga anggota lainnya, jika menemukan aksi kriminalitas di berbagai tempat, ya kami tangkap. Setelah itu, kami serahkan kepada polisi untuk diproses hukum. Tetapi kalau kami menyengaja mengejar penjahat, itu jadi tidak tepat dengan tugas dan fungsinya.

    Apa pun, rakyat ingin rasa aman itu pulih. Apa yang bisa dilakukan TNI untuk membantu?


    TNI dalam satu wilayah, tugas utamanya adalah pertahanan. Namun, TNI adalah salah satu institusi pembina teritorial. Oleh karena itu, kami juga selalu ingin mendekat kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Intinya, kami ingin menjadi bagian dari masyarakat. Makanya, di sini kami punya program ke depan, Memasyarakatkan Korem 043/Gatam. Tujuannya agar antara TNI dan rakyat menyatu dalam kebaikan.

    Apakah ini akan punya dampak munculnya rasa aman?


    Kami punya keyakinan seperti itu. Hadirnya anggota TNI di tengah masyarakat secara kasat mata pasti akan memberi efek segan kepada orang yang mempunyai keinginan jahat. Itu pasti. Sebagai contoh, kalau ada tentara mengobrol dengan warga di pos ronda atau di tempat lain, misalnya, pasti akan merasa lebih aman.

    Tetapi bisa sebaliknya, muncul rasa takut warga karena curiga ada apa?


    Iya, kalau tentara satu peleton. Itu mungkin yang dicurigai para aktivis. Makanya, sekarang kehadiran TNI di tengah masyarakat lebih bersifat kegiatan sosial. Itu untuk mengantisipasi kesan buruk yang mungkin muncul saat kehadiran TNI.

    Untuk masyarakat ketahui, kami jajaran Korem Garuda Hitam terus mendukung dan berperan aktif dengan program-program yang sejalan dengan pemerintah. Isu lingkungan hidup yang saat ini tengah digalakkan, kami berencana menanam 10 juta pohon di Lampung.

    Di Lampung ada hampir seribu babinsa (bintara pembina desa). Setiap babinsa akan menggerakkan warga untuk menanam 10 ribu pohon. Jadi, pada saatnya nanti tertanam 10 juta pohon.

    Banyak lagi kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Ada program TNI Masuk Masjid. Ini nama program saja. Bagi anggota yang beragama lain, tentu ke tempat ibadah sesuai keyakinannya. Dan masih banyak lagi untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat. Sementara program TNI Manunggal KB dan Kesehatan seperti yang selama ini ada tetap diteruskan.

    Kalau rencana strategi Anda untuk Korem Gatam apa?


    Ada istilah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya orang Lampung, saat bertugas di Bandung, saya ngomong Sunda. Saat studi di Akabri di Magelang, saya berusaha keras untuk bisa ngomong Jawa. Di Palembang lebih mudah. Apalagi di Lampung, tanah kelahiran. Jadi, saya bekerja selalu harus dalam suasana yang menyenangkan. Dan untuk membangun suasana menyenangkan, kita harus sesuaikan dengan lingkungan.

    Strategi ke dalam?

    Secara fisik, kantor dan lingkungan instalasi militer ini harus dirawat dan diperbaiki. Kedua, mentalitas prajurit TNI harus menjadi teladan atau contoh. Saya punya target, nol kesalahan dalam tugas. Kalau istilah dunia kerja, zero accident. Saya tidak toleransi anggota yang melanggar. Jangan pernah ada dan terjadi konflik antara TNI dan polisi, apa pun alasannya. Sebab, peristiwa seperti itu adalah kabar paling memalukan di hadapan rakyat. Tidak ada anggota TNI terlibat kriminal, tidak ada beking-beking, tidak ada pelaku maksiat. Itu tidak saya toleransi.

    Strategi ke luar?


    Ya, sebagai salah satu lembaga pembina teritorial, kami terus menjalin hubungan harmonis dengan pejabat pemda untuk memadukan setiap program. Intinya, kami ingin dan harus dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kami ingin punya manfaat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. n




    Filosofi ‘Esem Bupati’

    RUANG kerja Komandan Korem 043/Garuda Hitam Lampung, Selasa (3-1). Lima perwira di kesatuan itu mendampingi Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi diwawancarai Lampung Post. Dengan uniform lengkap, mereka takzim mendengar dan siap dengan segala kemungkinan menyampaikan pernyataan dan data.

    Wawancara belum dimulai, tetapi orang nomor satu di jajaran TNI AD Lampung itu sudah membuka dengan cerita tentang kondisi kesatuan, tugas-tugas, dan strateginya. Ya, lebih terasa sebagai cerita berhikmah dan obsesi yang kuat untuk menyempurnakan tugas ketimbang disebut sebagai statement seorang Danrem. Sebab, nadanya santai, joke-joke bertebaran, filosofi-filosofi bermunculan, dan sering diakhiri dengan tawa lebar.

    Anak kedua dari delapan bersaudara Tarmizi Nawawi dan Rosmaniar ini memang bukan prajurit biasa. Meskipun sudah berpangkat kolonel pada usia 48 tahun dan menjadi komandan korem, ia adalah serdadu yang hampir selalu bersentuhan dengan masyarakat sepanjang masa tugasnya.

    Bahkan, pernah tersirat melepas status TNI-nya gara-gara keasyikan menjadi manajer Sriwijaya FC di Palembang.

    Wawancara dengan bapak tiga anak ini memang tidak seperti konfirmasi dengan petinggi militer. Ditanya soal strategi memimpin tentara, dengan ringan dia memberi satu jawaban. "Ya, enggak usah marah lah. Begitu saja!" kata dia.

    Soal jawaban ini, anak mantan asisten Pemprov Lampung zaman pembentukan provinsi ini memegang teguh kearifan Jawa. Dengan lancar dia menyebut filosofi stratifikasi sikap dalam bahasa Jawa.

    "Ada tiga tingkatan. Pertama, esem bupati. Kedua, sopo mantri. Dan ketiga, dupak kuli. Esem bupati itu artinya senyum seorang bupati yang dilambangkan sebagai pimpinan. Sopo mantri artinya sapaan mantri yang bermakna sesama. Sedangkan dupak kuli itu artinya tendang buruh. Nah, sebagai pimpinan tidak perlu kita marah. Cukup senyum sinis saja, seharusnya staf sudah paham. Jangan seorang pemimpin memberi arahan kepada staf seperti kepada kuli, harus pakai didupak. Nah, sebaliknya, bawahan juga harus mengerti filosofi ini. Jadi, kita enggak perlu marah-marah, asal saling tahu posisi," kata Amalsyah.

    Profil tentara yang garang memang tampak para performanya. Namun, meskipun orang tuanya bukan prajurit, Amalsyah lahir dalam keluarga besar TNI yang berkarier tinggi. Saat lahir pada 10 Juni 1962, orang pertama yang menyambut dengan kumandang azan adalah Letkol Abdul Gani. Ia adalah paman yang bertugas sebagai pengawal presiden dan baru saja pulang mengawal Soeharto bertugas di Irian Jaya. “Pas hari kelahiran saya itu juga Jenderal Gatot Soebroto meninggal dunia. Maka, paman dan ayah saya bilang anak ini akan jadi tentara nanti,” kata Amalsyah menirukan cerita ibundanya soal kelahirannya.

    Suasana sipil yang melekat dalam kepemimpinan Amalsyah memang tak lepas dari tugasnya selama menjadi tentara. Alumnus Akabri 1985 ini sejak menjadi perwira lebih banyak bertugas bersentuhan dengan masyarakat. Zaman dwifungsi ABRI, ia sempat ditempatkan di kantor Sospol. Bahkan, kedekatannya dengan dunia olahraga mengantarkan putra Lampung kelahiran Jakarta itu dua kali menjadi komandan kontingen PON Sumatera Selatan.

    “Terakhir, saya menjadi manajer Sriwijaya FC Palembang. Saya sempat bersama Rahmad Darmawan mengantar Sriwijaya FC meraih prestasi nasional. Pergaulan yang tulus yang membuat saya bisa seperti ini,” kata dia. (SUDARMONO)


    BIODATA

    Nama : Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi, S.I.P.
    Kelahiran : Jakarta, 10 Juni 1962
    Istri : Kania Riffianti, S.Sos.
    Anak :
    1. Aji Bima Amriza
    2. Arvin Ditto Amriza
    3. Amalia Shafa Amriza

    Pendidikan :
    - SD Teladan Tanjungkarang (1974)
    - SMPN 2 Tanjungkarang (1977)
    - SMAN 2 Tanjungkarang (1981)
    - Akabri Magelang (1985)
    - Universitas Terbuka (1986)


    Sumber:
    Wawancara, Lampung Post, Minggu, 8 Januari 2012



Senin, September 05, 2011

Selamat Ulang Tahun ke-20, Aji Bima Amriza Amalsyah

Pagi menyadarkanku dari lelap tidurku
Kulihat kalender di dinding
Tanggal 5 September 2011
Sejenak fikiranku melayang
Mengingat 20 tahun yg lalu
Saat itu usiaku 22 Tahun 3 Hari
Momen terindah dlm hidupku
Anugerah terbaik di hidupku
Allah Swt karuniakan aku seorang bayi yg lucu
Seorang bayi yg telah mengubah seluruh kehidupanku
Seorang bayi yg memberikan semangat dlm setiap tarikan nafasku
Sekarang ia sudah dewasa
20 Tahun usianya kini
Melihat kekar dan tegap tubuhnya
Serasa aku tak percaya bahwa ia dulu pernah hidup dlm rahimku
Dan dilahirkan ke dunia ini atas kuasa Allah Swt
Sebagai buah hati dan belahan jiwa kami kedua orang tuanya
Kesabarannya menerima segala petuah dan nasehat
Membuatku takjub atas karunia titipan Allah akan wujud anakku
Selamat Ulang Tahun, Bimbim
Selamat memasuki usia 20 Tahun di hidupmu
Semoga panjang umurmu dan sehat selalu
Semoga petunjuk Allah Swt selalu membimbingmu
Menaklukkan belantara kehidupan yg penuh belukar dan duri
Namun juga penuh keindahan duniawi yg mempesona
Semoga engkau makin dewasa dan makin baik
Mampu berfikir bijak dlm segala situasi
Menjadi penyejuk bagi kami
Menjadi pengayom bagi adik2mu
Sukses dlm menggapai cita2 dan harapanmu
Selalu menyandarkan doa dan pintamu hanya kpd Allah Swt
Aamiin

- Palembang, 5 September 2011 --- utk Bimbim di Bandung -

Kamis, Agustus 18, 2011

Menu Ramadhan

Selama Bulan Puasa ini, orang2 dalam satu rumah bisa punya keinginan yg beda2 soal makanan kesukaan. Kadang2, makanan kesukaan Papahnya anak2 belum tentu disukai sama Chacha. Kadang2, harus diupayakan pilih menu kesukaan Chacha demi merayu supaya Puasa Chacha ngga bocor. Selain itu, krn suka pusing pilih menu utk Buka Puasa dan Sahur, maka aku buat Notes ini biar bisa ditukar-tukar variasinya... Sekedar share aja... :-)

Hari 1
BUKA
* Tajil : Kolak pisang + kolang-kaling.
* Perkedel jagung, Udang goreng mentega, Sayur lodeh.
SAHUR
* Tempe penyet, Ayam goreng bumbu jahe, Martabak mie kornet, Sop makaroni + sayuran.

Hari 2
BUKA
* Tajil : Es/Bubur mutiara + gula merah cair + santan.
* Daging gepuk, Ikan gurame goreng cabe merah + tomat, Gado-gado.
SAHUR
* Ayam panggang, Ati + ampela goreng, Sayur bening sawi putih + ebi/udang kupas.

Hari 3
BUKA
* Tajil : Bubur candil.
* Perkedel kentang + kornet, Telur rebus iris, Soun, Soto ayam (toge panjang) komplit.
SAHUR
* Telur asin, Lele goreng sambal penyet, Perkedel tahu, Rawon (toge pendek) komplit.

Hari 4
BUKA
* Tajil : Es kelapa muda + nata de coco.
* Udang goreng tepung, Fu yung hay, Cap cay kuah.
SAHUR
* Telur mata sapi, Bistik komplit : kentang rebus potong dadu, wortel iris tusuk gigi, buncis, daging bistik.

Hari 5
BUKA
* Tajil : Es cendol + tape singkong + cincau.
* Orak-arik peda, Ayam goreng kremes, Tempe tahu bacem, Sayur asem.
SAHUR
* Telur dadar tahu, Paru goreng, Tumis toge + ikan teri, Sop ceker/kikil + kacang ijo + bola daging.

Hari 6
BUKA
* Tajil : Es Cocktail (Es Buah potong).
* Sate ayam, Ikan bawal goreng, Tumis kangkung + udang kupas.
SAHUR
* Malbi (daging semur), Cream Soup jagung sayuran.

Hari 7
BUKA
* Tajil : Es Melon + selasih + nata de coco.
* Pepes tahu, Ikan goreng asam manis, Gado-gado, Sop Kimlo.
SAHUR
* Opor ayam + tempe + tahu, Tumis labu siam ca udang, Sambal goreng ati kentang + bola daging.

Hari 8
BUKA
* Tajil : Es Campur.
* Gulai iga sapi, Perkedel jagung, Ikan nila goreng, Sambal goreng ati ampela, Tumis labu siam + wortel + ebi.
SAHUR
* Shabu-shabu komplit, Martabak kentang bumbu kari.

Hari 9
BUKA
* Tajil : Es Cendol.
* Telur mata sapi, Udang goreng tepung, Limpa goreng, Ikan sale bumbu santan, Karedok oncom leunca.
SAHUR
* Martabak mie, Sate daging, Tumis toge + tahu, Pindang ikan patin.

Hari 10
BUKA
* Tajil : Bubur kacang ijo + ketan hitam.
* Maccaroni schotel, Sop ikan kakap, Tahu sutra goreng.
SAHUR
* Bihun goreng seafood, Ikan seluang goreng tepung, Ayam goreng bumbu kuning, Tumis buncis + jagung muda, Pindang tulang.

Hari 11
BUKA
* Tajil : Cendol + biji mutiara + ketan hitam + gula merah cair + santan.
* Sop ikan bumbu kunyit, Dendeng goreng mentega + mix vegetables, Ayam goreng kremes.
SAHUR
* Opor ayam + telur + tempe + tahu, Ikan goreng bumbu jahe, Sambal goreng ati + kentang, Tumis labu siam + wortel + udang/ebi.

Hari 12
BUKA
* Tajil : Kolak Pisang + ubi + kolang-kaling.
* Ikan bawal goreng, Tumis oncom + leunca, Sambal terasi, Sop sosis + baso + jamur kancing + kacang polong + bola daging cincang + mie/bihun.
SAHUR
* Telur asin, Perkedel kentang + kornet, Rawon komplit, Tumis kangkung + udang kupas.

Hari 13
BUKA
* Tajil : Es Teler (cendol + cincau + selasih + biji mutiara + alpukat + kelapa muda).
* Ikan gurame bakar, Ayam goreng tepung, Karedok, Sayur asem.
SAHUR
* Mie goreng Jawa, Ikan seluang goreng, Rendang, Tempe + tahu goreng, Cap cay kuah (kembang kol + kembang tahu + sawi putih + wortel + sedap malam + jamur kancing + kacang polong + jamur kuping + daging ayam + udang kupas).

:-)

Kamis, Agustus 04, 2011

Sriwijaya FC: Mars SFC

Sriwijaya FC: Mars SFC: "Mars SFC Mars Sriwijaya Majulah SRIWIJAYA FC Kebanggaan masyarakat Sumsel Berjuang dimana-mana Juara di medan laga Garuda perkasa lamba..."